Demokrat Ikut Bidik Jabatan Ketua MPR

  • Whatsapp
Demokrat Ikut Bidik Jabatan Ketua MPR
Demokrat Ikut Bidik Jabatan Ketua Mpr

Jakarta, CNN Indonesia — Partai Demokrat akhirnya menyatakan diri ikut mengincar jabatan Ketua MPR periode 2019-2024.

Sebelumnya, empat partai politik yakni PKB, Golkar, Gerindra, dan PPP telah menyatakan diri lebih dahulu mengincar jabatan Ketua MPR periode mendatang.

Muat Lebih

“Kami memang sebenarnya juga ingin itu (jabatan Ketua MPR) ya,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/7).

Ia kemudian mengungkit sejarah kedekatan antara partainya dengan PDIP, di mana pernah menjalin kesepakatan untuk menempatkan nama kader Demokrat di jabatan Ketua DPR dan nama kader PDIP di jabatan Ketua MPR pada 2009.

Menurutnya, seandainya sejarah itu bisa diulang kembali pada tahun ini maka akan memberikan dampak yang baik untuk Indonesia.

“Kalau saja itu terjadi pengulangan sejarah, saya pikir baik untuk bangsa. Jadi kalau saja, dan bila teman-teman setuju dan PDIP juga setuju, mudah-mudahan kalau saja terjadi Ketua DPR adalah PDIP, mungkin bagus juga kalau Ketua MPR dijabat oleh Partai Demokrat,” ujar Syarief.

Dia mengatakan partainya masih melihat perkembangan situasi terkait proses lobi-lobi politik di antara fraksi dan pimpinan partai politik masih yang akan terus berlangsung hingga masa pelantikan anggota MPR dan DPR periode 2019-2024.

“Kita lihat nanti perkembangannya. Ini lobi politiknya bagaimana di fraksi dan pimpinan-pimpinan partai politik yang lainnya,” ujar Syarief.

Meski begitu, Syarief meyakini Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhyono telah memikirkan nama kader yang akan menduduki jabatan Ketua MPR di periode mendatang. Menurutnya, banyak nama kader Partai Demokrat yang mampu bekerja sama dengan kader dari partai politik lain.

Dia menambahkan, Demokrat saat ini dalam posisi menunggu waktu untuk memulai proses lobi-lobi politik.

“Saya pikir itu (nama calon Ketua MPR) sudah dipikirkan oleh Ketua Umum. Tinggal menunggu timing-nya saja, waktunya kapan untuk dimulai lobi-lobi antarfraksi dan lobi-lobi antarketua umum,” ujar Syarief.

(mts/kid)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait