Caleg Gerindra Tuding Rekan Separtai Pakai Politik Uang

  • Whatsapp
Ilustrasi sidang gugatan Pileg di MK - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Caleg Gerindra Tuding Rekan Separtai Pakai Politik Uang

Jakarta: Caleg Partai Gerindra daerah pemilihan I Jawa Timur Bambang Haryo Soekarto menuding rekan separtainya, Rahmat Muhajirin melakukan politik uang dalam Pileg 2019. Lantaran itu, suara yang didapat Rahmat lebih besar.

Bambang keberatan dengan hasil penghitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengunggulkan caleg nomor urut empat Rahmat Muhajirin. Rahmat mendapatkan 86.274 suara sementara Bambang mendapatkan 52.451 suara.

Muat Lebih

“Pemohon (Bambang) menduga jika suara nomor urut empat sebesar 86.274 suara, adalah bukan sosialisasi, bukan karena kerja keras mencari simpati dari masyarakat, tapi karena caleg a quo diduga menggunakan money politic secara masif,” ujar kuasa hukum Bambang, M Sholeh saat membacakan permohonan di ruang sidang MK, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Juli 2019.

Padahal, menurut Sholeh, Rahmat bukan tokoh politik yang kerap mewarnai pemberitaan media massa. Berbeda dibandingkan kliennya yang merupakan caleg incumbent dan aktif mendengarkan suara masyarakat.

Atas dasar itu, Sholeh menuding ada pelanggaran yang dilakukan Rahmat dengan menggunakan politik uang di sejumlah wilayah daerah pemilihan. Hal tersebut terlihat dari tingginya suara yang siginifikan di tiga kecamatan di Kabupaten Sidoharjo.

“Suara terbesar caleg nomor empat terkonsentrasi di Kecamatan Prambon 10.275 suara, Kecamatan Candi 11.512 suara, Kecamatan Gendangan 7.359 suara untuk kecamatan lain kisaranya tidak fantastis,” tutur Sholeh.

Sholeh menyebut dugaan politik uang ini sudah dilaporkan kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Timur. Namun, Bawaslu tidak dapat mengungkap adanya kecurangan yang dilakukan Rahmat.

Terkait permohonan ini, Majelis Hakim Arief Hidayat menanyakan hubungan antara dugaan money politic dengan penambahan suara untuk pihak Rahmat Muhajirin. Sholeh mengaku akan ada saksi yang menjelaskan terkait hal tersebut.

“Jadi ada penambahan suara Rahmat Muhajirin?” tanya Arief.

“Tidak yang Mulia, kami tidak bicara selisih suara, tetapi ada saksi yang akan menjelaskan bahwa money politic seperti apa, kecurangan seperti apa, kecurangan yang dilakukan itu,” ujar Sholeh.

Dalam petitumnya, Sholeh meminta majelis hakim konstitusi untuk mendiskualifikasi Rahmat Muhajirin terkait adanya dugaan money politic tersebut. “Kami berharap ada keadilan di MK dan kami percaya ada putusan diskualifikasi yang Mulia,” kata Sholeh.

Kurang lebih terdapat selisih 34 ribu suara antara dua caleg partai besutan Prabowo Subianto itu. Namun, Sholeh menyebut dari penghitungan internal kliennya, Bambang mendapat 87.000 suara sedang Rahmat mendapatkan 30.000 suara.

(REN)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait