Setelah terjadi drama di Liga Champions, muncul gagasan perombakan

  • Whatsapp
Lucas Moura melawan Ajax

Hak atas foto
Adam Davy

Image caption

Apakah momen ini akan mendorong perubahan format Liga Champion untuk selamanya?

Para penggemar sepak bola di seluruh dunia sedang terhanyut oleh kisah dua klub Inggris di Liga Champions yang dipuji sebagai drama dunia olahraga yang sesungguhnya.

Liverpool berhasil membalikkan ketertinggalan mereka 3-0 dari Barcelona menjadi kemenangan 4-3 di Anfield.

Adapun Tottenham Hotspur ketinggalan 3-0 sampai babak kedua di Johan Cruijff Arena, Amsterdam. Namun lewat trigol Lucas Moura, Spurs berhasil membalikkan keadaan dan menang karena gol tandang.

Para penggemar sepak bola di seluruh dunia terkesima.

Dengan drama Liga Champions seperti ini, siapa yang merasa perlu mengutak-atiknya?

Ternyata banyak, yaitu klub-klub Liga Champions lainnya.

Final tahun ini akan menjadi ulangan tahun 2008 ketika dua klub asal Inggris, Manchester United dan Chelsea bertemu di final. Di Liga Europa, dua klub Inggris lain, Chelsea dan Arsenal, akan saling berhadapan.

Dominasi klub Inggris ini bisa mendorong upaya untuk mengubah format Liga Champions yang datang dari klub top Eropa lain.

Uang besar

Liga Primer Inggris saat ini merupakan salah satu liga olahraga terkaya di dunia. Sebagian besar uang itu datang dari penjualan hak tayang televisi.

Di Inggris Raya, persaingan antara dua perusahaan TV besar, Sky dan BT Sport mendatangkan pemasukan sebesar £4,4 miliar (sekitar Rp8 triliun) untuk menayangkan 160 pertandingan Liga Primer dalam satu musim.

Ketika angka itu ditambah penjualan produk secara global, nilainya membengkak. Klub yang finis paling bawah di Liga Primer Inggris, Huddersfield Town, mendapat pemasukan lebih besar daripada Juventus yang telah delapan musim berturut-turut memenangi Serie A.

Perbedaan kontras ini mendorong usulan untuk mengubah Liga Champions agar bisa mendapat pemasukan lebih besar.

Hak atas foto
NEIL HALL

Image caption

Kekalahan Barcelona ini membuat klub Spanyol tak tampil di final Liga Champion untuk pertama kalinya sejak 2013.

Bayern Muenchen sudah hampir pasti meraih juara Bundesliga untuk ketujuh kali berturut-turut. PSG telah memenangkan enam dari tujuh gelar juara terakhir di Ligue 1 Prancis.

La Liga Spanyol merupakan ajang pacu bagi dua kandidat, Real Madrid dan Barcelona, dengan sesekali kejutan seperti yang dihadirkan oleh Atletico Madrid tahun 2014.

Kemenangan di liga-liga ini menjadi jaminan untuk berkompetisi di Liga Champions. Namun dominasi klub-klub besar ini membuat mereka jadi kurang menarik bagi penonton TV secara global.

Liga Primer Inggris saat ini memiliki enam nama besar: Liverpool, Manchester City, Chelsea, Arsenal, Manchester United dan Tottenham. Mereka secara rutin bertarung memperebutkan tempat paling atas di liga. Persaingan ini terjadi di sepanjang musim dan dipasarkan dengan sangat baik ke seluruh dunia.

Tidak optimal

Direktur Juventus, Andrea Agnelli, sedang memimpin tuntutan untuk mereformasi Liga Champions secara besar-besaran. Usulan itu adalah membuat pertandingan Liga Champions menjadi lebih banyak dan seiring waktu mengubahnya agar menarik perhatian penonton dan pemasukan.

Tahun lalu Agnelli menulis surat kepada anggota Asosiasi Klub Eropa atau ECA – lembaga yang mewakili klub-klub terkaya di Eropa – dan meminta pembentukan kompetisi dengan model piramida dengan promosi dan degradasi di Liga Champions sesudah tahun 2024.

Ini untuk menggantikan sistem kualifikasi langsung dari liga-liga domestik yang sudah berjalan selama ini.

Argumennya, “lebih banyak sepak bola Eropa ditampilkan, lebih baik buat olahraga tersebut (untuk penggemar, masyarakat, untuk perkembangan budaya, olahraga dan finansial)”. Ia juga menyebut kondisi yang ada sekarang ini, “tidak optimal”.

Hak atas foto
Reuters

Image caption

Direktur Juventus Andrea Agnelli adalah orang yang memimpin usulan perubahan terhadap liga sepak bola di Eropa.

Banyak anggota ECA yang menginginkan perubahan itu, tetapi tidak bagi anggota Liga Primer Inggris.

Di Liga Primer Inggris berlaku satu anggota satu suara. Setiap perubahan besar harus disetujui dua pertiga dari seluruh anggota dan ini menghalangi klub-klub besar untuk memutuskan sesuai keinginan mereka saja.

Hal ini juga membantu liga ini tetap kompetitif, yang telah berhasil menumbuhkan pendukung global, serta mempertahankannya tetap berjaya secara domestik.

Liga Primer Inggris dipasarkan sebagai “liga terbaik di dunia” yang menggabungkan kualitas, gairah dan kompetisi yang tak ada di liga lain di Eropa. Model kompetisi Eropa yang sedang diusulkan bisa mengubah semua ini.

Kini klub Inggris sedang mendominasi di Eropa dan ini mungkin akan membuat Liga Champions memulai transformasinya.

Klik disini untuk masuk ke sumber berita

Loading...

Pos terkait