Final Liga Champions, Pernahkah Ajang Eropa Dikuasai Empat Finalis Dari Satu Negara?

  • Whatsapp
GFXID Banner Liga Champions 2018/19

Tim-tim dari Inggris, Spanyol, Italia dan Jerman pernah mendominasi dua final kompetisi Eropa.

Liga Champions dan Liga Europa dalam beberapa tahun terakhir didominasi oleh tim-tim dari satu negara.

Seperti diketahui, Spanyol, Inggris, Italia dan Jerman, negara-negara ini semua telah menjamin setidaknya ada empat tim dalam fase grup Liga Champions.

Sejak musim 1999-2000, secara khusus perwakilan La Liga benar-benar berkuasa, dengan setidaknya memiliki satu finalis dalam 11 dari 19 Liga Champions edisi terakhir.

Dominasi macam ini juga tercatat di Liga Europa, di mana sepuluh dari 19 kompetisi edisi terakhir setidaknya terdapat satu duta Spanyol.

Di periode yang sama, beberapa kali mencuat laga di mana para finalis menghadapi lawan senegara di dua kompetisi Eropa tersebut. Sudah enam kali terjadi di Liga Champions dan tiga kali di Liga Europa.

Skenario di atas tampaknya bisa terjadi lebih menarik lagi di musim 2018/19 lantaran klub-klub Inggris berpotensi menginvasi dua final di Liga Champions dan Liga Europa.

Liverpool dan Tottenham telah mengamankan tempatnya di final Liga Champions 2019 di Madrid setelah masing-masing menendang Barcelona dan Ajax. Sementara, Arsenal dan Chelsea berpeluang besar melaju ke final kasta kedua kompetisi Eropa itu.

Pernahkah Terjadi sebelumnya?

Skenario empat finalis Eropa dari satu negara tak pernah terjadi sebelumnya. Liverpool dan Tottenham sudah, lalu bila Arsenal dan Chelsea keduanya lolos dari fase semi-final, ini akan menjadi tahun bersejarah bagi Inggris dan sepakbola Eropa.

Tak pernah didapati sebelumnya ada empat finalis datang dari negara yang sama sepanjang sejarah perhelatan UEFA. Paling banter, tiga dari empat tim finalis berasal dari satu negara.

Pertama, terjadi di tahun 1980, ketika Eintracht Frankfurt dan Borussia M’gladbach bertarung dalam tajuk all-German final di Piala UEFA, sementara Hamburg menghadapi Notthingham Forest di final European Cup.

Sepuluh tahun kemudian, Italia mengrim dua tim untuk memainkan final Piala UEFA, yakni Juventus dan Fiorentina. Dan di tahun itu AC Milan-nya Arrigo Sachi sukses menaklukkan Benfica untuk mengamankan titel European Cup.

Era 90-an memang menjadi tahun terbaik Serie A, di mana tiga tim kembali mengulangi dominasi serupa pada edisi 1995 [AC Milan di Liga Champions, Parma dan Juventus di Piala UEFA] dan 1998 [Juventus di Liga Champions, Inter Milan dan Lazio di Piala UEFA].

Pada musim 2008, tim-tim British melengkapi tiga dari empat finalis Eropa, dengan Manchester United melawan Chelsea di Liga Champions, sementara tim Skotlandia Rangers meladeni Zenit di Liga Europa.

Di edisi terkini, tim-tim Spanyol yang menginvasi dua kancah Eropa, dengan hadirnya tiga representatif di final 2014 dan 2016 [Real Madrid dan Atletico Madrid di Liga Champions, Sevilla berada di Liga Europa dalam dua kesempatan itu].

 

 

 

GFXID Banner Liga Champions 2018/19

Klik disini untuk masuk ke sumber berita

Pos terkait