Deja-vu Roma, Barcelona Gagal ke Final Liga Champion Media Spanyol Malu.

  • Whatsapp

dailymail

Marah dan malu. Demikian reaksi sejumlah media Spanyol sehari setelah kekalahan epik skuad Barcelona dari Liverpool di leg kedua laga semifinal Liga Champion kemarin. Datang ke markas kebanggaan The Reds, Stadion Anfield dengan keunggulan agregat 3-0, skuad Catalan harus menyaksikan gawangnya kebobolan empat kali. Liverpool pun lolos menuju  laga puncak 1 Juni mendatang. 

Dikutip dari DailyMail, menanggapi kegagalan ini media Spanyol pun ramai-ramai melayangkan kritik dan menyebutnya sebagai momen terburuk sepanjang sejarah El Barca. Newspaper Sport misalnya, menggunakan warna dukacita kuning dengan latar hitam memilih judul  “The biggest farce in history” atau lelucon terbesar sepanjang sejarah.

Biggest Farce in History.

Storm in Anfield.

Tak itu saja, media Spanyol pun sepakat  bukan kegagalan Barca yang membuat pendukung  murka tetapi bagaimana Liverpool menyingkirkan mereka dengan cara yang memalukan. “Tersingkir dari Liga Champions di Anfield dengan cara yang tak termaafkan.” Demikian di antara   keterangan judul Sport. 

Mereka  membandingkan kekalahan ini dengan momen eliminasi Barca musim lalu saat kalah 3-0 di Roma pada fase perempat final  setelah menang 4-1 di leg pertama. “Seperti yang terjadi di Roma, (manajer Barca Ernesto) Valverde tidak tahu bagaimana menjaga keunggulan.” Bisa jadi laga kontra Liverpool menjadi deja vu paling menyakitkan bagi Messi dkk.

Satu kata dari Mundo Deportivo: Sonrojo alias Memalukan.

Dua kata daro Marca: Fracaso Historico alias Historic Failure.

Surat kabar olahraga Spanyol lainnya  AS menyebut hasil akhir semifinal kali ini sebagai “Badai Anfield”. Sedangkan  Mundo Deportivo memilih judul “Sonrojo” yang bisa diartikan “Memalukan”. Mereka menyebut Barca kehilangan ruh permainan dan gol keempat Divock Origi hasil umpan tendangan sudut  Trent Alexander-Arnold hanya membuat pemain Barca bagai patung.  Sedangkan   Marca yang kerap memberitakan Real Madrid menyebut kegagalan Messi “Fracaso Historico” atau Historic Failure (Kegagalan Historis) .

Well..

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

Facebook



Klik disini untuk masuk ke sumber berita

Pos terkait