Bek PSS Bertekad Memperbaiki Performa Setelah Laga Debut di Liga 1

  • Whatsapp
Vincentius Atmaja
Bek Pss Bertekad Memperbaiki Performa Setelah Laga Debut Di Liga 1

Mantapps.com, Sleman – Bek tengah PSS Sleman, Asyraq Gufron Ramadhan akhirnya mendapat kesempatan melakoni laga debut di Shopee Liga 1 2019, saat melawan Bhayangkara FC di Stadion Maguwoharjo, Jumat (21/6/2019).

Muat Lebih

Pertandingan pekan kelima itu berakhir dengan skor 1-1. Gufron bermain penuh menggantikan posisi Purwaka Yudi untuk berduet dengan Alfonso De La Cruz.

Gufron mengaku senang mendapatkan kepercayaan dari pelatih Seto Nurdiyantoro. 

“Saya bersyukur bisa menunjukkan kemampuan pada laga debut kemarin. Awalnya sempat grogi sebenarnya karena ini pengalaman pertama main di kompetisi Liga 1. Adaptasi dengan pertandingan baru bisa di babak kedua,” ungkap Gufron kepada Mantapps.com, Minggu (23/6/2019).

Gufron memang menjadi pemain muda potensial yang dimiliki PSS, selain Ikhwan Ciptady, yang sama-sama didatangkan dari Persis Solo. Menurutnya, pertandingan di Liga 2 dan Liga 1 sangat berbeda. Ia wajib beradaptasi agar dapat mendapat kepercayaan kembali dari pelatih.

“Terus terang saya juga masih perlu adaptasi dengan atmosfer pertandingan di Liga 1, dan masih terbawa atmosfer Liga 2. Untuk karakter keras di lapangan, memang itu karakter saya sejak lama,” kata pemain asal Surabaya ini.

Dia siap bersaing dengan Alfonso De La Cruz, Ikhwan Ciptady, dan Purwaka Yudi. “Persaingan masih sangat terbuka. Saya harus menunjukkan kerja keras saat latihan untuk mendapatkan tempat. Saya siap bersaing di lini pertahanan,” terang Gufron.

Pelatih PSS, Seto Nurdiantoro mengomentari penampilan perdana Gufron di Liga 1. Menurutnya, Gufron memang memiliki kualitas sebagai bek tangguh, mengingat musim lalu menjadi andalan bersama Ikhwan Ciptady saat menjuarai Liga 2 2018. 

“Memang harus ada yang diperbaiki, kapan dia harus bermain bersih, kapan harus membawa bola, kapan harus lepas umpan yang bagus ke pemain lain,” kata Seto.

Menurut Seto, Gufron harus mengubah gaya main karena PSS Sleman kini bersaing dengan klub besar di Indonesia. “Masih ada tipe permainan khas Liga 2 darinya yang perlu diubah,” ungkap Seto.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait