Hasrat Ingin Juarai MotoGP Jerman 2019 Justru Melukai Rins

  • Whatsapp
Hasrat Ingin Juarai MotoGP Jerman 2019 Justru Melukai Rins : Okezone Sports
Hasrat Ingin Juarai Motogp Jerman 2019 Justru Melukai Rins : Okezone Sports

HAMAMATSU – Pembalap Suzuki Ecstar, Alex Rins, gagal menyentuh garis finis pada MotoGP Jerman 2019 yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Minggu 7 Juli 2019. Rins yang sempat menduduki posisi kedua di belakang Marc Marquez (Repsol Honda) harus terjatuh pada lap 18.

Legenda MotoGP, John Hopkins, menyebut Rins jatuh karena hasratnya untuk bersaing dengan Marquez dan memenangkan MotoGP Jerman 2019. Hasrat Rins berubah jadi tekanan yang amat besar dan itu tidak terlalu baik dalam balapan.

Muat Lebih

Hopkins menilai Rins merasa dirinya punya kecepatan untuk menyaingi Marquez tetapi cukup sulit untuk melakukannya di Sirkuit Sachsenring. Pasalnya, sirkuit sepanjang 3,6 km itu adalah wilayah kekuasaan The Baby Alien –julukan Marquez.

Marquez tercatat sudah mengoleksi sembilan pole position dan sembilan kemenangan setiap kali mengaspal di Sirkuit Sachsenring sejak 2010. Pada musim ini, Marquez menggenapi catatan itu menjadi 10 pole position dan 10 kemenangan.

Alex Rins (Foto: MotoGP)

Sementara itu, Rins yang gagal menyentuh garis finis di MotoGP Jerman 2019 harus kembali ke garasi Suzuki dengan rasa kecewa. Dengan insiden di Sirkuit Sachsenring maka Rins sudah dua kali beruntun gagal finis setelah sebelumnya mengalami hal serupa di MotoGP Belanda 2019. Kondisi itu semakin menipiskan peluang Rins untuk bersaing dengan Marquez dalam memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2019.

“Saya pikir di kepalanya dia (Rins) memiliki kecepatan untuk berlari bersama Marquez. Saya pikir kadang-kadang, sebagai pembalap, Anda berpikir lebih kuat dari yang sebenarnya. Maksud saya, bertarung melawan Marquez di Sachsenring selalu akan menjadi hal yang hampir mustahil. Di kepalanya, dia pikir punya kecepatan dan menginginkan kemenangan itu, sangat buruk,” ujar Hopkins seperti yang dikutip dari laman resmi MotoGP, Jumat (12/7/2019).

“Dia hampir bisa merasakannya. Jadi saya pikir tekanan itu terlalu banyak. Seorang pembalap selalu menginginkan lebih, jadi saya pikir dia pindah dari bahagia dengan naik podium menjadi ingin menang lagi,” tukasnya.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait