Viral Pasca Tsunami Banten, Ini 5 Fakta Lagu ‘Kemarin’ Seventeen

  • Whatsapp

#Seventeen #Kemarin Mantapps.com – Pasca tsunami menyapu Banten, Sabtu (22/12), dan menewaskan tiga personel Seventeen hingga hanya menyisakan Riefian Fajarsyah sang vokalis, lagu Kemarin mendadak viral. Iramanya yang mellow dan liriknya yang menyayat hati sangat pas dengan kesedihan Ifan yang ditinggal sendiri oleh para sahabatnya.

Bagaikan firasat saat diciptakan, apa yang tersirat dalam lagu tersebut benar menjadi kenyataan. Kemarin Seventeen masih bersama, kini basis M. Awal Purbani, gitaris Herman Sikumbang, dan drumer Windu Andi Darmawan sudah tak ada lagi.

Muat Lebih

Loading...

Apa saja fakta di balik lagu Kemarin peninggalan Seventeen? Berikut, cumicumi.com berikan ulasannya.

1. Rilis Tepat 2 Tahun sebelum Tsunami

Bukan lagu baru, Kemarin dirilis pada 21 Desember 2016, tepat dua tahun sebelum terjadinya bencana tsunami pada 22 Desember lalu.

Tak salah jika banyak yang merinding mendengarkan lagu Kemarin. Bukan hanya karena tiga personel yang memainkan musiknya sudah tak ada lagi, namun lagu Seventeen tersebut bak sebuah firasat akan kepergian Bani, Herman, dan Andi, meninggalkan Ifan untuk selamanya.

2. Diciptakan oleh Herman

Diciptakan oleh Herman

Ifan berhasil menyanyikan lagu Kemarin dengan sangat menyayat hati, namun lagu tersebut bukanlah ciptaannya. Lagu tersebut diciptakan oleh gitaris Seventeen, Herman Sikumbang, untuk menggambarkan kesedihan ditinggal orang tercinta. Meski kenyataannya, dirinya yang justru pergi meninggalkan Ifan dan keluarganya.

3. Terinspirasi Kisah Nyata

Terinspirasi Kisah Nyata

Lagu Kemarin diciptakan Herman berdasarkan kejadian nyata yang dialaminya. Menurut penurutan Uki Daud, personel Aviwkila yang dulu pernah menjadi additional guitar player Seventeen, Herman pernah bercerita kalau lagu tersebut tentang temannya yang meninggal mendadak. Ceritanya, saat itu Herman sedang asyik mengobrol dengan temannya itu, namun tiba-tiba saja temannya itu meninggal.

4. Didedikasikan untuk Haul Gus Dur

Herman Sikumbang rupanya seorang pengagum KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Karena itu, Herman bermaksud mempersembahkan lagu Kemarinciptaannya itu untuk memperingati meninggalnya Gur Dur yang ke-9 pada 30 Desember mendatang. Namun takdir berkata lain, belum sempat dinyanyikan di haul Gus Dur, Herman sudah dipanggil Yang Kuasa.

5. Sering Dinyanyikan Sebelum Tsunami

Beberapa bulan sebelum dirinya menjadi korban terjangan tsunami, Herman sering sekali menyanyikan lagu Kemarin. Hal tersebut seperti sebuah firasat akan kepergiannya.

K e m a r i n … sedih hati saya saat mendengar lagu ini, ini lagu terakhir ciptaan suami saya yg selalu dia main kan beberapa bulan ini dirumah, saat dia duduk di kursi tamu dirumah dia selalu menyayi kan lagu ini, Dan takdir berkata lain, Dan lagu ini membuat hati saya sangat sedih ,,,” tulis istri Herman, Juliana Moechtar, pada video lagu Kemarin yang diunggahnya di Instagram. O fie/berbagai sumber

Loading...

Pos terkait