Tudingan Kepada Tiga Calon Capim KPK dari Polri Tak Berdasar

  • Whatsapp
logo Radar Tegal
Tudingan Kepada Tiga Calon Capim Kpk Dari Polri Tak Berdasar

JAKARTA – Tiga calon pimpinan (Capim) KPK dari institusi Polri diterpa kabar tak sedap. Rekam jejak ketiganya dinilai buruk. Ketiganya sedang dalam tahap mengikuti proses seleksi test psikologis dan akan diumumkan pada 5 Agustus 2019 nanti.

Ketiga Jenderal Polisi yang diterpa kabar tak sedap itu, yaitu Wakil Kabareskrim Irjen Pol Antam Novambar, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Firli, dan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Irjen Pol Dharma Pongrekun.

Muat Lebih

Loading...

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menepis tuduhan tiga perwakilan kepolisian tersebut memiliki rekam jejak yang buruk. Menurutnya, ketiganya merupakan perwira terbaik di institusi Polri.

“Tidak benar. Yang jelas ketiganya adalah para perwira perwira tinggi terbaik di Polri, dan mereka merupakan rekomendasi Kapolri untuk ikut seleksi Capim KPK,” kata Dedi kepada awak media di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/7).

Dedi menuturkan dalam proses seleksi ketiganya juga akan melalui tahapan uji publik. Artinya, kalaupun ada masyarakat yang ingin memberikan penilaian secara komprehensif bisa memberikan masukan. Namun harus dibarengi dengan fakta dan data yang akurat mengenai rekam jejak mereka.

“Ya silakan saja, yang jelas jangan menyebarkan fitnah dan berita bohong yang mendiskreditkan. Jika ternyata yang disampaikan tidak terbukti, yang bersangkutan punya hak konstitusional untuk melaporkan pihak yang merugikan,” ungkap Dedi.

Anggota Koalisi Masyarakat Sipil yang juga seorang Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana mengatakan ketiga jenderal polisi memiliki punya rekam jejak buruk. Jika terpilih sebagai pemimpin dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi KPK.

Data yang dimilikinya, menyebutkan Irjen Pol Antam Novambar pernah diduga meminta seseorang bernama Endang bersaksi, demi meringankan Komjen Pol Budi Gunawan yang kala itu dijerat sebagai tersangka suap dan gratifikasi oleh KPK pada 2015.

Lalu, untuk Irjen Pol Firli selaku Deputi (Penindakan) KPK diduga melakukan pertemuan dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi yang tengah diperiksa KPK dalam kasus korupsi. Pertemuan itu dianggap melanggar poin integritas angka 2 Peraturan KPK Nomor 7 Tahun 2013.

Sedangkan, Irjen Pol Dharma Pongrekun disebut sempat menandatangani surat pemanggilan untuk penyidik senior KPK, Novel Baswedan dalam dugaan penganiayaan berat hingga tewas terhadap pelaku pencurian sarang burung walet di Bengkulu pada 2004. Bahkan, Dharma juga sempat diisukan telah melanggar prosedur ketika dirinya mengeluarkan salah seorang tahanan ketika menjabat sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Irjen Pol Firli tak berkomentar terkait tudingan memiliki rekam jejak buruk. Dia mengaku memilih diam daripada bicara menanggapi tudingan tersebut. Sosok Capim KPK yang kini menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan, dan mantan Deputi Penindakan KPK hanya menyerahkan segala sesuatunya kepada sang kuasa.

“Saya selalu diam, karena saya yakin bahwa Allah SWT yang Maha Mengetahui siapa yang terbaik,” ucapnya.

“Kalau pun bicara, saya hanya bicara di depan pimpinan KPK di saat pisah sambut saya selaku Deputi (Penindakan) KPK tanggal 19 Juni 2019,” ujar Firli. (mhf/gw/zul/fin)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait