Tim TNI-Polri Temukan Bungker dan Narkoba di Markas SMB Jambi

  • Whatsapp
Tim TNI-Polri Temukan Bungker dan Narkoba di Markas SMB Jambi
Tim Tni Polri Temukan Bungker Dan Narkoba Di Markas Smb Jambi

Jakarta, CNN Indonesia — Tim gabungan TNIPolri menemukan bungker dan narkoba jenis sabu di salah satu rumah yang ditempati pimpinan Serikat Mandiri Batanghari (SMB), Jambi.

Kepala Bidang Humas Polda Jambi, Komisaris Besar Kuswahyudi Tresnadi mengatakan penemuan itu didapati setelah tim gabungan melakukan penyisiran di lokasi permukiman SMB. Sementara bungker itu ditemukan di rumah pemimpin SMB, Muslim.

Muat Lebih

“Ada ditemukan bungker, tetapi sudah kosong dan tim juga mengatakan ditemukan paket narkotik jenis sabu, lengkap dengan alat isapnya. Beratnya belum diketahui tapi yang jelas ada sabunya, serta alat isap atau bong. Paket narkotik itu belum digunakan,” ujar Kuswahyudi, Jambi, Senin (22/7) seperti dilansir dari Antara.

Kuswahyudi mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait penanganan kasus kelompok SMB pimpinan Muslim tersebut.

Keberadaan SMB ini mengemuka setelah kekerasan yang dilakukan anggota kelompok tersebut terhadap petugas TNI dan Polri pada 13 Juli lalu.

Peristiwa penyerangan itu bermula dari kebakaran hutan seluas 10 hektare di dua lokasi pada Jumat (12/7). Pemadaman pun dilakukan untuk antisipasi kebakaran meluas.

Keesokan harinya puluhan orang yang diduga dari SMB memasuki kawasan hutan Distrik VIII yang dikelola PT Wirakarya Sakti (WKS) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Anggota satgas dari TNI dan Polri yang bertugas pun mencegah langkah mereka karena dikhawatirkan akan melakukan pembakaran hutan lagi. Pencegahan itu berujung pada penyerangan.

Dalam kasus ini Polda Jambi terakhir telah menetapkan total 59 orang tersangka.

Tahap pertama polisi menetapkan 41 tersangka termasuk di dalamnya pimpinan SMB, Muslim, beserta istrinya, Deli Fitri. Lalu pada tahap kedua ada lagi 18 orang yang ditetapkan tersangka karena aksi mereka telah melakukan penyerangan terhadap tim patroli yang terjadi di Distrik VIII PT WKS.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi Kombes M Edi Faryadi menegaskan SMB bukanlah kelompok tani, melainkan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Itu didasari pada hasil penyisiran yang dilakukan tim gabungan di perkampungan SMB, Kabupaten Batanghari, Jambi.

“Yang kami temukan di lokasi perkampungan SMB di sana adalah puluhan senjata api rakitan, senjata tajam berbagai jenis serta bambu runcing yang ada di sana dan tim tidak menemukan cangkul atau pun bibit tanaman di perkampungan itu, sehingga bisa disimpulkan bahwa mereka adalah KKB atau kelompok kriminal bersenjata yang melakukan kejahatan selama satu tahun lebih di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi,” kata Edi Faryadi di Jambi kemarin.

Ia menegaskan kepolisian cukup bukti untuk menyatakan SMB tersebut adalah KKB dari penemuan barang bukti dan aksinya sudah meresahkan warga sekitar, serta sudah melanggar tindak pidana pasal berlapis.

Hingga saat ini belum ada konfirmasi dari pihak manapun terkait tudingan polisi ini. CNNIndonesia.com masih berupaya menghubungi pihak SMB untuk mengklarifikasi pernyataan polisi tersebut.(Antara/kid)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait