Terkait Gratifikasi Sunjaya, KPK Geledah Karawang dan Cirebon

  • Whatsapp
logo Radar Tegal
Terkait Gratifikasi Sunjaya, Kpk Geledah Karawang Dan Cirebon

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di enam lokasi di Karawang, Kamis (20/6) dan Cirebon, Jumat (21/6). Penggeledahan tersebut diketahui dalam penyidikan kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait perizinan dan jabatan mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra.

Muat Lebih

Loading...

Pada penggeledahan di Karawang, tim KPK menyasar tiga lokasi yaitu dua kantor swasta dan satu rumah saksi. Sedangkan, penggeledahan di Cirebon dilakukan di Kantor DPRD Cirebon, rumah dinas Ketua DPRD Cirebon, dan rumah seorang pihak swasta.

“Ada sejumlah dokumen penting di sana yang kami sita terkait RTRW (Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah) dan dokumen-dokumen terkait perizinan dan beberapa barang bukti elektronik berupa HP, data hardisk, dan komputer,” ujar Febri ketika dikonfirmasi di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (21/6) kemarin.

Febri membeberkan, penggeledahan telah rampung dilakukan. Saat ini barang bukti yang berhasil disita tengah dalam proses pendalaman tim penyidik.

Febri menambahkan, penggeledahan kali ini berbeda dari kasus sebelumnya. Sunjaya, kata Febri, dikenakan dua kasus yang berbeda. Pertama, yakni dugaan suap mutasi, rotasi, dan promosi jabatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dengan barang bukti Rp100 juta.

Dalam kasus tersebut, Sunjaya telah ditetapkan bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung Sedangkan, kasus yang tekait dengan penggeledahan kali ini yaitu dugaan penerimaan gratifikasi. Penyidik menduga, Sunjaya menerima gratifikasi sedikitnya Rp50 miliar.

“Karena fakta-fakta yang ditemukan cukup signifikan maka kami kembangkan. Sehingga, kami temukan setidaknya Rp50 miliar penerimaan gratifikasi oleh tersangka SUN (Sunjaya),” ucap Febri.

Febri menjelaskan, penerimaan gratifikasi Sunjaya tak hanya bersumber dari satu pihak. Penyidik, kata dia, berhasil menemukan bukti yang menyebut penerimaan gratifikasi tersebut berasal dari banyak pihak.

Lebih lanjut dikatakan Febri, nilai gratifikasi yang sementara didapat penyidik tidak lah bersifat tetap. Nilai tersebut kemungkinan dapat bertambah tergantung dari fakta-fakta selama penyidikan.

Pasalnya, beredar kabar bahwa Hyundai Engineering Construction juga memberikan gratifikasi kepada Sunjaya melalui perantara. Nilainya ditaksir mencapai Rp6,5 miliar. Penerimaan dari Hyundai tersebut diduga terkait pembebasan lahan untuk kepentingan pembangunan proyek PLTU Cirebon 2.

Hyundai Engineering Construction diketahui merupakan salah satu konsorsium dalam proyek PLTU Cirebon 2. Bahkan, fakta tersebut muncul dalam persidangan dan telah diakui Sunjaya sebagai uang pengganti atas keberhasilannya membebaskan tanah untuk proyek tersebut.

Terkait hal ini, Febri menyampaikan penyidik masih terus berupaya melakukan penelusuran. “Apakah terkait proyek atau perizinan atau penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan. Sehingga bukan tidak mungkin dugaan penerimaan gratifikasi akan bertambah dari nilai Rp50 miliar,” tuturnya.

Febri mengaku, KPK pasti akan menghargai sikap Hyundai jika memiliki iktikad baik dengan mengakui atau bahkan menyampaikan informasi terkait penerimaan gratifikasi Sunjaya tersebut. Febri memastikan, pihaknya pun tengah berupaya melakukan asset recovery dengan pengenaan pasal gratifikasi.

“Nilai ini bisa bertambah tergantung nanti kami menemukan fakta-fakta yang baru. Jadi penggunaan pasal gratifikasi juga menjadi bagian penting dari upaya asset recovery,” tegasnya.

Sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung memvonis Sunjaya hukuman lima tahun bui atas kasus suap mutasi, rotasi, dan promosi jabatan di Pemkab Cirebon pada 22 Mei 2019 lalu. Sunjaya terbukti bersalah menerima suap dari Sekretaris Dinas PUPR Cirebon Gatot Rachmanto sebesar Rp100 juta.

Selain kurungan penjara, Sunjaya juga diwajibkan membayar denda Rp200 juta subsider enam bulan penjara. (riz/fin/zul/ful)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait