Tawuran Pelajar Bukan Tindak Kriminal

  • Whatsapp
Tawuran Pelajar Bukan Tindak Kriminal : Okezone News
Tawuran Pelajar Bukan Tindak Kriminal : Okezone News

DEPOK – Peneliti Sosial vokasi dari UI, Devie Rahmawati mengatakan beban mata pelajaran dan kurangnya ekstra kulikuler membuat para siswa sulit untuk bisa mengeksplorasi keinginan sehingga mereka tidak dapat menentukan atau menemukan jati diri yang sebenarnya.

Hal tersebut membuat anak-anak yang kurang berkecakapan merasa minder di dalam sekolah dan mencari eksistensi di jalanan.

Bacaan Lainnya

Loading...

“Kita pahami dulu, tawuran antar pelajar yang terjadi ini bukan tindakan kriminal. Faktornya karena identitas, bukan karena ekonomi. Mereka ingin menunjukkan jati diri untuk dikagumi. Sehingga jalanan jadi arena,” kata Devie saat dihubungi Okezone, Jumat (9/8/2019).

Ilustrasi

Berbeda dengan pelajar yang memiliki kecakapan di dalam sekolah, mereka tentu mendapat dukungan dari keluarga dan pihak sekolah sebagai pemicu pelajar mengembangkan diri. Sebaliknya terjadi pada pelajar yang tidak berkecakapan.

“Maka dari itu sekolah harus memberikan ruang kepada anak bisa melalui ekstra kulikuler jadi tidak selalu menekan anak supaya mengikuti keinginan sekolah dan orang tua. Sehingga kita tidak memandang remeh kepada anak yang tidak berkecakapan,” ungkapnya.

Bahkan, pendidikan inklusif dengan beban pelajaran yang berat ditambah paksaan kehendak orang tua agar sang anak menjadi bukan dirinya membuat mereka merasa terbuang. Untuk mengatasi hal tersebut ada beberapa langkah sehingga anak tidak liar dalam mengembangkan bakat.

“Jangka pendek yaitu jangan biarkan anak di jalan sehingga bisa menimbulkan yang negatif. Jangka menengah harus sosialisasi bahwa orang tua dan sekolah bekerja sama menyatukan pelajaran kepada anak baiknya seperti apa. Sedangkan jangka panjang, kurikulum harus diubah, pelajaran yang padat seperti sekarang membuat anak stres, maka ektrakulikuler harus dibanyakin sehingga anak menemukan jati diri,” tuturnya.

Saat ini tawuran anatar pelajar sudah semakin marak di wilayah Kota Depok belum lama ini tawuran pelajar menyebabkan pelajar Kelas 10 SMA Arrahman, MI (16) tewas bersimbah darah dengan luka bacok di punggung. Bahkan aksi polisi tembak polisi di Kantor Polsek cimanggis di awali dari penangkapan pelajar yang bawa celurit lantaran ingin tawuran pelajar.

(aky)


Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait