Soal Calon Capim KPK, Kejagung Belum Kirim Rekomendasi

  • Whatsapp
logo Radar Tegal
Soal Calon Capim Kpk, Kejagung Belum Kirim Rekomendasi

JAKARTA – Dua pekan lagi pendaftaran calon pimpinan KPK akan ditutup. Namun, hingga kini Kejaksaan Agung (Kejagung) belum mengirimkan nama-nama yang direkomendasi untuk mengikuti seleksi calon pimpinan KPK.

Muat Lebih

Saat dikonfirmasi Fajar Indonesia Network, Jaksa Agung HM Prasetyo mengaku lembaganya masih menggodok nama-nama internal kejagung yang akan dikirimkan untuk mengikuti seleksi calon pimpinan lembaga antirasuah tersebut. “k

Kita tidak pakai target targetan jumlah nama berapa orang, yang jelas sebelum tanggal 4 Juli 2019 kita kirimkan nama,” katanya di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (21/6).

Saat ini, kata HM Prasetyo, sejumlah nama atau jaksa yang akan diusulkan masih dalam tahap tracking guna mengetahui secara keseluruhan prestasi dan kinerja selama menjalankan tugas dan fungsinya di Kejaksaan RI. “Ada tracking dari kita dari segala aspek, kita lihat keluarganya, integritasnya, track recordnya, prestasinya, kita tidak buru buru tapi pada saatnya akan kita kirimkan, jumlahnya saya pikir ga penting, yang penting yang kita kirimkan bener benar kualitas,” jelasnya.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mengatakan untuk mendorong kinerja KPK kedepan yang lebih maksimal khususnya di bidang penuntutan, banyak pihak mendorong agar Komisioner KPK periode berikutnya juga diisi seorang jaksa yang notabanenya merupakan penuntut. “akan jauh lebih baik jika komisioner KPK juga ada perwakilan dari unsur jaksa,” katanya.

Menurutnya, unsur kejaksaan menjadi penting, pasalnya setiap penanganan perkara korupsi yang ditangani KPK unsur penuntut yakni jaksa menjadi penentu di Pengadilan untuk membuktikan dalam persidangan. “Jadi kan kalau salah satu komisioner KPK diisi jaksa lebih paham betul penuntutannya,” jelasnya.

Diketahui, Masa kerja Komisioner KPK yang tidak lama lagi berakhir membuat panitia seleksi calon pimpinan KPK bekerja ekstra untuk mencari calon pimpinan KPK mendatang. Pansel Capim KPK juga telah melakukan berkeliling ke berbagai instansi penegak hukum (KPK, Polri dan Kejaksaan) mencari figur pimpinan KPK.

Berdasarkan catatan sejumlah jaksa yang tergolong senior dan pernah berkiprah di KPK, antara lain staf ahli Jaksa Agung Feri Wibisono, Kajati DKI Jakarta Warih Sadono, Kapusdiklat Mapim pada Badiklat Kejaksaan Ranu Mihardja, Kajati Maluku Utara Wisnu Baroto dan Wakajati Kaltim Sarjono Turin.

Sebelumnya, Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengunjungi Kejaksaan Agung guna bertemu Jaksa Agung HM Prasetyo dan jajaran pejabat tinggi Kejaksaan RI.

Dalam pertemuan tersebut Pansel KPK dan Jaksa Agung HM Prasetyo sepakat adanya unsur Kejaksaan yang duduk sebagai salah satu Komisioner KPK untuk periode yang akan datang.

Ketua Pansel KPK, Yenti Garnasih mengatakan sesuai ketentuan Undang-Undang pimpinan KPK itu harus ada dari unsur masyarakat dan pemerintah. “Nah, dari pemerintah itu ya dari kepolisian dan kejaksaan. Kalau tidak malah kami melanggar ketentuan itu,” katanya usai bertemu dengan Jaksa Agung Prasetyo dan jajarannya di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (12/6) lalu.

Yenti yang datang bersama delapan anggota Pansel KPK lainnya membahas mengenai bakal calon pimpinan KPK yang diusung dari instansi Kejaksaan.”Pansel itu mengumumkan pendaftaran tapi juga jemput bola,” jelasnya.

Pansel KPK sendiri mulai melakukan seleksi pada 17 Juni hingga 4 Juli mendatang. Seleksi itu sendiri menyangkut seleksi administrasi yang antara lain meliputi bahwa setidaknya calon pimpinan itu sudah berpengalaman minimal 15 tahun di bidang hukum dan ekonomi. Setelah itu tes multiple choice pembuatan paper, assesment dan kesehatan. (lan/fin/tgr)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait