Sempat Buron, Penyuap Pejabat Kejati DKI Akhirnya Menyerahkan Diri

  • Whatsapp
Sempat Buron, Penyuap Pejabat Kejati DKI Akhirnya Menyerahkan Diri
Sempat Buron, Penyuap Pejabat Kejati Dki Akhirnya Menyerahkan Diri

Mantapps.com – Sendy Perico salah satu penyuap Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta Agus Winoto menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada saat operasi tangkap tangan (OTT) hari Jumat (28/6), Sendy tidak termasuk orang yang ditangkap dan sempat buron.

“Tadi SPE menyerahkan diri ke kantor KPK,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Minggu (30/6).

Muat Lebih

Loading...

Febri menuturkan, penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap Sendy. Penyidik mengkorfimasi soal dugaan suap yang dilakukan olehnya terhadap Aspidum Kejati DKI.

“Kami hargai hal tersebut. Saat ini proses lanjutan dalam penyidikan sedang dilakukan,” ucap Febri.

Dalam kasus ini KPK menetapkan Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati DKI Jakarta Agus Winoto sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Selain Agus Winoto, lembaga antirasuah juga menjerat pengacara Alvin Suherman, dan Sendy Perico pihak swasta atau pihak yang berperkara.

Agus sebagai penerima, disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan, Alvin dan Sendy sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, KPK meminta agar pihak Kejaksaan Agung menyerahkan Asisten Pidana Umum atau Aspidum Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta Agus Winoto, ke kantor lembaga antirasuah. Ini dilakukan karena KPK ingin meminta keterangan terhadap Agus yang menghilang, pasca dua koleganya ditangkap Tim Satgas Penindakan KPK.

Hingga pukul 01.30 WIB (29/6), belum diketahui posisi keberadaan Agus. Namun berdasarkan informasi yang dihimpun Mantapps.com, Agus saat itu tengah berada di kantor Kejaksaan Agung, di bilangan Jakarta Selatan.

Sebelum menghilang, Agus sendiri keluar dari kantor Kejati DKI bersama Jamintel Kejagung Jan S Maringka sekitar pukul 20.48 WIB. Namun, sejak keluar bersama pejabat korps adyaksa tersebut, hingga saat ini tak ketahuan di mana rimbanya. Padahal KPK sudah mengimbau agar anak buah Kajati DKI Warih Sadono tersebut ke kantor lembaga yang dipimpin Agus Rahardjo cs.

Terkait adanya kabar jika Agus berada di kantor Kejagung, juru bicara KPK Febri Diansyah mengaku tak mengetahuinya. Namun, dia membenarkan jika ada timnya yang tengah ke ‘Gedung Bundar’, sebutan untuk kantor Kejagung guna mencari Agus.

“Iya, tadi ada dari KPK yang ke Kejagung. Meminta agar Aspidum di bawa ke KPK, “ kata Febri ketika dikonfirmasi Mantapps.com, Sabtu (29/6) dini hari.

Atas kedatangan KPK, pihak Kejagung katanya akan menyerahkan sendiri koleganya tersebut ke ‘Gedung Merah Putih’ KPK.

“Disampaikan ke KPK nanti (Agus) akan diantar Jamintel ke KPK,” jelas Febri. Atas jawaban tersebut, tim KPK menunggu itikad baik pihak Kejagung. Tim pun akhirnya kembali ke markasnya, untuk melanjutkan tugas lanjutan pasca melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Untuk diketahui, dalam operasi senyap di Kejati DKI, KPK telah mengamankan lima orang, diantaranya dua Jaksa, dua pengacara, dan satu pihak swasta dalam kasus dugaan perkara suap. KPK juga menyita uang tunai sebesar SGD 21 ribu.

Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarief mengatakan pihaknya akan melakukan  konferensi pers pada Sabtu (29/6) besok, untuk menentukan status kelima orang yang diamankan oleh tim penindakan.

“Sesuai dengan keputusan hasil ekspose yang akan dilakukan besok. Sehingga, informasi lebih lengkap baru dapat kami sampailan saat konferensi pers besok,” ujar Syarief.

Lebih lanjut Syarief juga menuturkan, kegiatan OTT yang dilakukan hari ini merupakan bagian dari proses penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi. Sehingga sejumlah tindakan-tindakan yang memungkinkan menurut hukum dapat dilakukan.

“Jadi kasus ini sedang ditangani KPK. Perihal status hukum dan bagaimana kelanjutan penanganan perkara, besok akan dibahas dan diputuskan Pimpinan KPK melalui mekanisme forum gelar perkara. Jadi belum ada penyerahan penanganan perkara. Tim KPK masih melakukan pemeriksaan malam ini,” tegas Syarief.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait