Sebulan, Ada 247 Tersangka Tindak Kriminal yang Diciduk Jajaran Polda Metro Jaya

  • Whatsapp
Irjen Gatot Edi Pramono. (ist)
Sebulan, Ada 247 Tersangka Tindak Kriminal Yang Diciduk Jajaran Polda Metro Jaya

JAKARTA – Sebanyak 247 tersangka ditangkap oleh jajaran kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya selama satu bulan terakhir. Empat dari 247 tersangka diberikan tindakan tegas terukur.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan, penangkapan ini berasal dari kegiatan operasi kepolisian yang ditingkatkan. Maksudnya ialah, polisi meningkatkan operasi keamanan dengan menangkap pelaku kejahatan-kejahatan di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Bacaan Lainnya

Loading...

“Hasil kegiatan tersebut kita amankan tersangk 243 orang, 210 barang bukti dan juga karena mereka melawan ada empat orang yang kita tindak tegas terukur,” ujar Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (12/8/2019).

Ia mengungkapkan, mayoritas kejahatan yang dilakukan para tersangka ialah kejahatan jalanan atau street crime. Kejahatan jalanan yang dimaksud di antaranya, begal, geng motor dan lain-lain.

“(Kasus kejahatan yang paling banyak) sifatnya konfensional kejahatan jalanan dan lain-lain. Yang banyak itu kasus curat, anirat (aniaya dan pemberatan), pengeroyokan dan lain-lain, termasuk kalau ada yang kumpul-kumpul mau tawuran kita kumpulkan kalau ada sajam kita amankan,” kata Gatot.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan operasi ini tak hanya dilakukan oleh Polda Metro Jaya saja, namun seluruh anggota polisi, yakni Polsek dan juga Polres. Kegiatan ini dilakukan guna menciptakan situasi aman dan kondusif bagi masyarakat.

“Kegiatan ini akan terus kita lakukan disamping kegaiatan rutin dan operasi. Ini untuk menciptakan situasi aman dan kondusif sehingga masyarakat bisa beraktifitas sehari-hari dan tidak terganggu dengan situasi keamanan,” serunya.

Namun pihaknya tak hanya mengamankan 247 tersangka saja. Sebanyak 200 orang turut diamankan dan dibina. Selanjutnya ratusan orang tersebut dikembalikan ke orang tuanya masing-masing.

“Mereka yang belum kita tetapkan sebagai tersangka contohnya anggota Polres melihat ada sekumpulan orang diduga tawuran atau akan melakukan kegiatan kebut-kebutan. Diantara itu ada yang bawa sajam itu kita porses nah yang lain kita bina supaya nggak terjadi trek-trekan motor,” pungkas Gatot.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi dari keseliruhan kasus yakni sebanuak 210 barang bukti yang terdiri dari kendaraan, uang tunai, narkotika, laptop, ponsel, senjata api dan senjata tajam. Total kerugian masyarakat akibat ulang tersangka tercatat sekitar Rp 89,5 juta. (firda/2019)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait