Ribuan Kosmetik Ilegal Disita BPOM

  • Whatsapp
Cropped Bbpom Temukan Rhodamin B Pada Kuliner Di Pkb.jpg
Cropped Bbpom Temukan Rhodamin B Pada Kuliner Di Pkb.jpg

MAKASSAR – Tim gabungan dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Makassar yang di-backup Direktorat Serse Kriminal Khusus Polda Sulsel melakukan penggerebekan terhadap gudang kosmetik.

Mereka bergerak ke lokasi yang diduga menjual barang kosmetik ilegal yang telah diselundupkan masuk ke Makassar. Dua titik gudang kosmetik ilegal yang terletak di Jalan Karmila 2, Kecamatan Tamalanrea digerebek pada Selasa (25/6/2019) sekitar pukul 13.00 Wita.

Muat Lebih

Loading...

Dari hasil penggeledahan di dua titik gudang itu, terdapat ribuan kosmetik yang diduga ilegal berhasil disita. Kosmetik dari berbagai jenis itu kemudian diangkut ke sebuah mobil truk untuk diperiksa oleh BPOM Makassar.

Kepala BPOM Makassar, Abdul Rahman Rahim mengatakan, penggerebekan dua gudang kosmetik dilakukan menindaklanjuti aduan warga. Disebutkan bahwa ada gudang kosmetik di Tamalanrea kerap memproduksi kosmetik yang diduga memakai bahan berbahaya.

“Informasi kemudian kami tindaklanjuti bersama Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel untuk menggerebek gudang tersebut. Hasilnya kami berhasil menyita ribuan kosmetik yang diduga palsu. Barang bukti akan diperiksa kandungannya apakah menggunakan bahan berbahaya atau tidak,” kata Abdul Rahman kepada Okezone.

Dia meyebutkan beberapa jenis barang bukti yang disitanya itu jenis vitamin pemutih, sabun dan rias dan jenis lainPenggerebekan Kosmetik Ilegalnya yang pihaknya enggan merinci.

“Jenis barang bukti yang kami sita beragam jenis dan belum bisa kami merinci jenisnya, sebab masih kami mendalami bahan yang digunakan. Kata pemiliknya juga jika ia mengambil barang tersebut dari pulau Jawa lalu dipasarkan di wilayah Sulsel dan lewat oline shop. Tapi yang jelas pemilik ini tak mengantongi izin edar,” tuturnya.

Meski begitu, pemilik gudang kosmetik ilegal tersebut saat ini masih berstatus sebagai saksi.

“Yang jelas kami dengan tegas akan memproses hukum jika yang bersangkutan ini terbukti dan akan dijerat Pasal 197 Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan,” ujarnya.

(put)


Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait