Resensi Film: ‘John Wick: Parabellum’, Lebih Brutal dan Berasa ‘Indonesianya’

  • Whatsapp
Resensi Film: ‘John Wick: Parabellum’, Lebih Brutal dan Berasa


Muat Lebih

‘John Wick: Parabellum’ (Lionsgate)

Uzone.id – ‘John Wick: Parabellum’ atau ‘John Wick 3’ jadi terlihat lebih menarik ditonton oleh para pencinta film di Indonesia karena menghadirkan dua legenda silat yang saat ini bisa dibilang paling tersohor, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman.

Ya, jadinya ‘John Wick: 3’ ini menyajikan menu dengan cita rasa Indonesia. Seperti kata Yayan Ruhian bilang kepada media di gala premier di XXI Plaza Indonesia pada Selasa (14/5/2019), ada 3 hal film besutan Lionsgate ini berhubungan dengan Indonesia.

Setelah ditonton, tak salah Yayan Ruhian mengatakan demikian. Pertama, mereka berdua dan si John Wick (Keanu Reeves) berdialog bahasa Indonesia, kedua mereka menampilkan bela diri pencak silat yang jadi warisan budaya Indonesia, dan ketiga adalah senjata kerambit.

Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman pakai kerambit saat mengeluarkan jurus silat harimau saat hadapi John Wick. Itu semua kayak jadi fan service yang spesial buat penonton Indonesia.

 

Baca juga: Iko Uwais Merinding Lihat Yayan dan Cecep Hajar Keanu Reeves di ‘John Wick 3’

Baca juga: Selain Pencak Silat, Ada Keanu Reeves Ngomong Bahasa Indonesia di ‘John Wick 3’


Pertempuran di New York

Kota New York basah diguyur hujan, memperlihatkan situasi dramatis sementara John Wick berusaha mencari tempat dari buruan para assasins. Sementara waktu 1 jam yang diberikan petinggi kriminal Winston (Ian Winston) sudah semakin habis.

Kepala John Wick dihargai USD14 juta gara-gara melanggar aturan. Membunuh salah satu anggota High Table, Santino D’ Antonio (Riccardo Scamarcio) dalam area netral hotel Continental yang dipimpin petinggi kriminal Winston (Ian McShane), seperti dalam narasi di ‘John Wick 2’.

Demi kepala John Wick, para assasins yang mendapat tugas lain ditangguhkan untuk sementara.

Awal narasi ‘John Wick 3’ memang sudah bikin penonton tegang. Penonton tak diberi kesempatan untuk bersantai ria untuk memperkenalkan per karakter, karena memang sudah terangkai di frinchise yang kedua.

Kemudian, aksi tembak-tembakan yang dibuat epic oleh sutradara Chad Stahelski pun dimulai. John Wick dengan penampilan khasnya, mengenakan jas hingga terlihat bersahaja membunuh tanpa ampun mengenakan senjata otomatis laras panjang dan shotgun.

Seni membunuh John Wick terhadap para asassins juga dibikin lebih rumit oleh Chad Stahelski. Kejar-kejaran pakai motor dan kuda dan bertempur dengan sebilah katana.

Karakter Baru

Di angsuran ketiga ini, kita juga bisa tahu sejarah hadirnya kerajaan kriminal yang menguasai sisi gelap di dunia. Begitu juga tempat koin emas dibuat.

Juga ada beberapa karakter baru selain Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman, yakni hadirnya Sofia (Halle Berry) yang insting membunuhnya bersemi lagi setelah ditemui John Wick.

Akting Halle Berry tak kalah kerennya. Menampilkan sisi bengis dari sosoknya yang cantik.

Sungguh kreatif, narasi juga memasukkan karakter dua anjing jenis Belgian Shepherds yang menjadi kawan Sofia saat menghabisi kelompok asassins tanpa ampun.

Kehadiran aktor veteran Mark Dacascos, pimpinan shinobi, juga seperti menebus kerinduan akan aktingnya di film laga. Mark Dacascos melejit namanya berkat kehebatannya menguasai capoera di film ‘Only The Strong’.

 

Baca juga: Cerita Yayan dan Cecep Bisa Jadi Shinobi di Film ‘John Wick 3’

Baca juga: Ini Syarat Lihat Rambut Nabi Muhammad SAW di Rumah Opick

 

Mark Dacascos, yang memerankan villain utama Zero, bikin penonton terpana dengan mendemonstrasikan aksi bela diri asal Brasil itu saat menghajar John Wick.

Asia Kate Dillon memerankan the Adjudicator, anggota High Table, yang menghabisi orang-orang yang berada di organisasi kriminal yang menyalahi aturan.

Di film ketiga ini, John Wick akhirnya bertemu dengan ‘Tuhan’-nya organisasi bawah tanah kriminal, Bowery King (Laurence Fishbure). Meskipun harus melalui rintangan yang sangat sulit.

Kamu gak bakal sia-sia membeli tiket nonton film ini di bioskop. Bahkan, para pencinta film laga seperti mendapat keuntungan berlipat.

Chad Stahelski bikin beberapa adegan aksi kejar-kejaran, meskipun itu hal klise, namun diberi bumbu yang seakan bikin mata kita gak berkedip.

Karakter John Wick yang disajikan dalam film ini seakan-akan mewakili sosok asassins yang sempurna. Menembak tepat sasaran, menguasai bela diri yang bisa mengalahkan jurus-jurus dari lawannya, dan bisa cepat sembuh dari luka yang ia dapat.

Tim pembuat naskah; Derek Kolstad, Shay Hatten, Chris Collins dan Marc Abrams sukses mengawinkan berbagai adegan brutal nan menghibur dalam narasi film.

Dan, kamu tenang saja. ‘John Wick 3’ tidak terlihat ada sensor yang ekstrem seperti yang dialami oleh film reboot ‘Hellboy 4’, yang juga diproduksi Lionsgate.

Film bergenre action crime berdurasi 1 jam 30 menit ini layak diberi bintang 5.





Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait