Polisi Pastikan Wilayah Buton Sudah Kondusif

  • Whatsapp
Polisi Pastikan Wilayah Buton Sudah Kondusif
Polisi Pastikan Wilayah Buton Sudah Kondusif

Mantapps.com – Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sultra sudah kondusif. Kendati demikian, personel Brimob diturunkan untuk menjaga keamanan di wilayah tersebut.

Muat Lebih

Loading...

“Untuk dengan kondisi Buton sampai dengan siang hari ini relatif kondusif,” kata Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhart saat dihubungi Mantapps.com, Sabtu (8/6).

Harry menuturkan, pihaknya menurunkan dua satuan setingkat kompi (SSK) personel Brimob atau sebanyak 200 personel. Hal ini untuk memastikan agar tidak kembali terjadinya bentrok antar warga.

“Kemarin sudah diberangkatkan satu SSK lagi, jadi total ada dua SSK Brimob,” ucap Harry.

Harry berharap, program pemerintah segera terealisasi untuk membangun 87 unit rumah yang diduga dibakar oleh oknum warga Sampuabalo, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

“Berharap program pemerintah untuk melakukan rekonsiliasi, kemudian pemulihan membangun rumah warga juga dapat segera terlaksana,” jelas Harry.

Sebelumnya, jajaran Polda Sulawesi Tenggara mengamankan 81 orang diduga pelaku pembakaran 87 unit rumah di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Mereka merupakan warga Desa Sampuabolo yang sebelumnya terjadi bentrok antar desa tersebut.

Harry menuturkan, 81 orang tersebut belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Status mereka hingga kini masih diduga sebagai pelaku pembakaran.

“Semuanya statusnya masih diduga pelaku dan terperiksa. Nanti kalau sudah dilakukan pemeriksaan di Polda baru nanti bisa ketahuan perannya masing-masing,” jelas Harry.

Untuk diketahui, 87 unit rumah di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara habis dilalap sijago merah. Terbakarnya rumah tersebut dilakukan oleh sekelompok pemuda dari Desa Sampuabalo, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Kejadian tersebut bermula, pada Selasa (4/6) sekitar pukul 21.00 WITA, saat sekelompok pemuda dari Desa Gunung Jaya melakukan pawai motor melintasi Desa Sampuabalo dengan cara mengegas sepeda motornya. Sehingga memancing kemarahan masyarakat dari Desa Sampuabalo.

Lalu, pada Rabu (5/6), sekitar pukul 13.00 WITA, pemuda dari Desa Sampuabalo menggunakan motoro hendak menuju ke SP1 atu Ambuau untuk menemui keluarganya dalam rangka silaturahmi.

“Pada saat melintasi Desa Gunung Jaya pemuda tersebut langsung di busur dan mengenai dada sebelah kiri, dan pemuda tersebut langsung kembali ke Desa Sampuabalo melaporkan kejadian tersebut,” kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara, AKBP Harry Goldenhart Santoso, Kamis (6/6)

Masih dihari yang sama, sekitar pukul 14.00 WITA, sekelompok pemuda berjumlah kurang lebih 100 orang dari Desa Sampuabalo melakukan penyerangan ke Desa Gunung Jaya dengan melemparkan batu ke rumah-rumah warga. Sehingga masyarakat Desa Gunung Jaya membalas dengan lemparan batu tersebut.

“Karena banyaknya pemuda dari Desa Sampuabalo, sehingga masyarakat Desa Gunung Jaya langsung lari dan mengamankan diri di Desa tetangga dan beberapa pemuda dari Desa Sampuabalo langsung membakar rumah dengan menggunakan, bom molotov dan bensin,” pungkasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait