Polda Bakal Ambil Alih Kasus Dugaan Suap Proyek DAK Rp 40 di Pare-Pare – Kedai Berita.com

  • Whatsapp
Polda Bakal Ambil Alih Kasus Dugaan Suap Proyek DAK Rp 40 di Pare-Pare – Kedai Berita.com
Polda Bakal Ambil Alih Kasus Dugaan Suap Proyek Dak Rp 40 Di Pare Pare – Kedai Berita.com

KEDAI-BERITA.COM, Makassar– Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel berencana akan mengambil alih penanganan kasus dugaan suap proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Pare-Pare senilai Rp 40 miliar.

Muat Lebih

“Senin saya panggil Kasat Reskrimnya ke Polda dan sekalian mau konfirmasi sejauh mana penanganannya dan apa hambatannya kasus tersebut,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono via pesan singkat, Jumat 21 Juni 2019.

Ia tak menampik adanya desakan dari sejumlah lembaga pegiat anti korupsi di Sulsel agar pihaknya segera mengambil alih penanganan kasus dugaan suap proyek DAK Kota Pare-Pare yang sementara ditangani oleh Polres Pare-Pare tersebut.

“Makanya saya panggil dulu Kasat Reskrimnya untuk menanyakan apa hambatan penyelidikan kasus yang dimaksud,” terang Yudhiawan.

Sebelumnya, Direktur Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi), Abdul Muthalib berharap penanganan kasus dugaan suap DAK kota Pare-Pare tersebut dapat diambil alih oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel agar harapannya dapat berjalan secara profesional.

“Kasus ini kan lagi ramai mendapat perhatian masyarakat sehingga kami harap Polda Sulsel yang menanganinya agar berjalan maksimal,” kata Muthalib saat ditemui di Kantor Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) Jalan AP. Pettarani Makassar.

Tak hanya itu, secara kelembagaan ACC Sulawesi juga berharap Polda Sulsel nantinya mengonfirmasi pernyataan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pare-Pare, Muh. Yamin yang menyatakan dirinya diperintahkan oleh Wali Kota Pare-Pare, Taufan Pawe menyerahkan uang sebesar Rp 1,5 miliar kepada seorang pengusaha dari Papua, H. Hamzah sebagai bentuk pengembalian biaya pengurusan proyek DAK tambahan perubahan tahun anggaran 2016 sektor jalan sebesar Rp 40 miliar yang turun di Kota Pare-Pare.

“Ini harus segera dikonfirmasi kebenarannya oleh Polres Pare-Pare. Jangan terkesan tak berkutik apalagi pernyataan tertulis Yamin bersama dua orang PNS lainnya soal itu beredar luas di media sosial (medsos),” ujar Muthalib.

Selain itu, ACC Sulawesi kata Muthalib, juga mendesak penyidik Polres Pare-Pare turut juga mengonfirmasi perihal pernyataan mantan Kepala Dinas Kesehatan Pare-Pare, Muh. Yamin yang juga telah menyebutkan bahwa setiap selesai rapat dengan DPRD Kota Pare-Pare, ia dikabarkan kerap menyerahkan sejumlah uang.

“Kami justru heran kalau penyidik Polres Pare-Pare tak segera melakukannya. Inilah sehingga kami mendesak Polda Sulsel ambill alih kasus ini,” jelas Muthalib.

Kapolres Pare-Pare, AKBP Pria Budi mengatakan pihaknya saat ini masih terus mendalami penyelidikan kasus dugaan suap proyek DAK sebesar Rp 40 miliar yang belakangan ini mendapat perhatian serius masyarakat Kota Pare-Pare khususnya.

“Kasusnya masih lidik belum sidik,” singkat Pria via pesan singkat.

Kasus dugaan suap pengurusan proyek DAK Kota Pare-Pare senilai Rp 40 miliar bermula pasca beredarnya sebuah surat pernyataan tiga orang PNS Pemkot Pare-Pare masing-masing dr Muhammad Yamin, Taufiqurrahman dan Syamsul Idham di media sosial.

Dalam surat pernyataan yang dibubuhi materai bernilai Rp 6000 itu, ketiga PNS Pemkot Pare-Pare yang dimaksud menyatakan telah bersama-sama mengantarkan dan menyerahkan dana sebesar Rp 1,5 miliar kepada pengusaha dari Papua, H. Hamzah di Mall Ratu Indah Makassar sebagai pengembalian pengurusan proyek DAK 2016 sebesar Rp 40 miliar yang telah diterima oleh Kota Pare-Pare.

Ketiganya juga menyatakan melakukan hal yang dimaksud berdasarkan perintah Wali Kota Pare-Pare, Taufan Pawe. (Eka)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait