Penyidik Belum Pastikan Penahanan Rahmat Baequni

  • Whatsapp
Penyidik Belum Pastikan Penahanan Rahmat Baequni
Penyidik Belum Pastikan Penahanan Rahmat Baequni

Bandung, Beritasatu.com – Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Barat belum memastikan penahanan Rahmat Baequini, 43 tahun, tersangka dugaan penyebaran fitnah.

Muat Lebih

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat, Komisaris Besar Trunoyudho Wisnu Andiko mengatakan, penyidik memiliki waktu 1×24 jam sejak penangkapan untuk memastikan status hukum seseorang yang diduga melakukan pelanggaran pidana. Dalam kasus Rahmat Baequni, penyidik sudah meningkatkan statusnya sebagai tersangka dalam waktu kurang dari 24 jam sejak ditangkap pada Kamis (20/6/2019) sekitar pukul 23.00.

Penyidik mengenakan 14 ayat 2 dan atau pasal 15 UU no 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, pasal 45a ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 Undang-Undang no 19 tahun 2012 tentang Internet Transaksi Elektronik (ITE), serta pasal 207 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana kepada tersangka.

“Apakah bisa ditahan? Bisa, mengingat adanya ancaman hukuman lebih dari lima tahun. Ini semua tergantung dari penilaian objektif penyidik yang menganalisa selama pemeriksaan dan proses pemberian keterangan oleh tersangka. Penangguhan penahanan itu sendiri berdasarkan penilaian dari penyidik,” ujar Trunoyudho di Bandung, Jumat (21/6/2019).

“Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman. Kami juga akan minta pendapat ahli pidana dan bahasa. Sampai sekarang juga belum batas waktu 1×24 jam sejak diamankan,” ungkap Trunoyudho.

Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Barat melakukan penyidikan terhadap ustaz— yang sebelumnya viral akibat pernyataannya soal masjid Al Safar di tol Cipularang yang identik dengan illuminati—berdasarkan laporan yang diterima Badan Reserse Kriminal Direktorat Cyber pada 14 Juni 2019 lalu.

“Penyidik dengan tim sudah melakukan kegiatan sesuai standar operasional dan melakukan penyelidikan sampai penyidikan. Kemarin kami amankan saudara RB, proses masih berlanjut hingga penyidikan sekarang,” imbuh Trunoyudho.

Menyoal barang bukti yang menguatkan penyidikan, Trunoyudho menyampaikan, penyidik sudah memiliki rekaman video serta print out dari unggahan terkait informasi bohong yang disampaikan tersangka. “Ada juga jejak digital dari netizen yang menyampaikan keresahan terkait informasi bohong yang disebarkan tersangka,” kata Trunoyudho. 

Sumber: Suara Pembaruan



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait