Penipu Mengaku Dirut Tempo Ditangkap di Makassar

  • Whatsapp
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan. Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Penipu Mengaku Dirut Tempo Ditangkap Di Makassar

Jakarta: Subdirektorat IV Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menangkap dua penipu yang mengaku sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Tempo Inti Media Toriq Hada, 52. Dua tersangka itu yakni Nakir, 25, dan Sukmawati, 26.

“Iya, sudah ditangkap di Makassar, Sulawesi Selatan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Kurniawan saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 12 Juli 2019.

Muat Lebih

Para pelaku telah diperiksa setelah ditangkap di Makassar. Kini mereka diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Polda Metro Jaya. Polisi pun telah mengetahui modus operandi dua tersangka itu.

Mereka memasang aplikasi Whatsapp menggunakan nomor telepon korban, Toriq Huda. Para pelaku kemudian meminta kode verifikasi kepada korban dengan alasan kata kunci percakapan.

“Setelah terverifikasi, WhatsApp dapat digunakan oleh pelaku untuk meminta sejumlah uang ke kontak yang berada di WhatsApp tersebut,” ujar Iwan.

Selain itu, polisi juga telah mengetahui masing-masing peran tersangka. Nakir bertugas sebagai penerobos sistem elektronik WhastApp milik Toriq. Sedangkan Sukmawati berperan mengambil uang hasil penipuan dari anjungan tunai mandiri (ATM).

Pengungkapan kasus ini bermula adanya laporan dari korban, yakni Toriq ke Polda Metro Jaya. Laporan Dirut Tempo itu teregistrasi dengan nomor LP/3962/VII/2019/PMJ/Dit Reskrimsus, tanggal 2 Juli 2019.

Saat ditangkap, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya; kartu ATM CIMB Niaga berwarna merah dengan nomor 5576 9200 2474 556, satu buah telepon genggam merk Vivo, satu buah telepon genggam merk Samsung A7 warna hitam (digunakan sebagai alat untuk menerobos sistem elektronik), dan CCTV saat tersangka Sukmawati mengambil uang.

Kedua tersangka dikenakan Pasal 30 Jo Pasal 46 dan/atau Pasal 36 Jo Pasal 51 ayat (2) dan/atau Pasal 35 Jo Pasal 51 ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Dengan dugaan tindak pidana ilegal akses sistem elektronik yang mengakibatkan kerugian orang lain.

(DRI)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait