Miras jadi Pemicu Bentrok Pemuda di Kendari, 11 Orang Telah Ditangkap

  • Whatsapp
Miras jadi Pemicu Bentrok Pemuda di Kendari, 11 Orang Telah Ditangkap
Miras Jadi Pemicu Bentrok Pemuda Di Kendari, 11 Orang Telah Ditangkap

Mantapps.com – Minuman keras (miras) menjadi pemicu terjadinya bentrok antara dua kelompok pemuda di depan Kantor POS, jalan Prof Mohammad Yamin, Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Minggu (7/7), sekitar pukul 00.30 WITA.

Akibat bentrok tersebut, satu orang pemuda bernama Muhammad Jidin (23 tahun) meninggal dunia. Sementara dua pemuda lainnya, masing – masing Arfansyah (16 tahun) dan Safruddin (27 tahun) menderita luka berat, dan saat ini masih dirawat di Puskesmas Puuwatu.

Muat Lebih

Kepala Polres Kendari, AKBP Jemi Junaidi, mengatakan, peristiwa bentrokan antara dua kelompok pemuda tersebut murni tindak pidana kriminal, atau kenakalan remaja. Pemicunya, lanjut Jemi, adalah pengaruh minum keras.

“Bentrokan antar kelompok pemuda Senin subuh itu kriminal murni, kenakalan remaja, diakibatkan oleh miras,” jelasnya Senin (8/7).

Jemi juga menegaskan bahwa bentrok antar dua kelompok pemuda itu tak ada kaitanya dengan isu Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA).

“Hasilnya kita sepakat bahwa kejadian subuh itu kriminal murni, jadi bukan isu SARA, bukan SARA, karena dari masing masing kelompok (yang bertikai) itu juga terdiri berbagai macam suku juga,” sambungnya.

Jemi bilang, usai kejadian, tempak kejadian perkara di Kelurahan Puuwatu sudah kondusif. Para tokoh masyarakat, pemuda, pemerintah, dimediasi pihak kepolisian sudah melakukan mediasi dan pertemuan. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat berdamai.

“Sudah damai, itu kesepakatan tokoh masyarakat, termasuk ada yang mewakili dari pihak keluarga korban. Ada dari pemerintah, Camat. Lurah, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh adat, semua ada,” katanya.

“Kemudian percayakan ke pihak Kepolisian untuk memproses secara hukum. Bagi pelaku yang belum tertangkap segera menyerahkan diri. Warga disana juga agar saling menahan diri, jangan mudah terprovokasi isu yang tidak benar,” sambungnya.

Wiwid Abid Abadi

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait