Lima Tewas Selama Arus Mudik Lebaran di Jambi

  • Whatsapp
Lima Tewas Selama Arus Mudik Lebaran di Jambi
Lima Tewas Selama Arus Mudik Lebaran Di Jambi

Jambi, Beritasatu.com – Sebanyak 14 kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi selama arus mudik Lebaran di Provinsi Jambi menelan lima korban jiwa. Korban jiwa akibat lakalantas tersebut terdiri pemudik yang mengendarai sepeda motor dan minibus. Tidak ada laporan lakalantas yang dialami bus angkutan mudik Lebaran di daerah itu hingga Minggu (9/6/2019).

Muat Lebih

Loading...

“Lakalantas yang terjadi di Provinsi Jambi selama 11 hari pelaksanaan Operasi Ketupat 2019, Rabu (29/5)-Sabtu (8/6) mencapai 14 kasus. Korban meninggal akibat lakalantas tersebut lima orang, luka berat lima orang dan luka ringan 24 orang. Kerugian materi akibat lakalantas tersebut mencapai Rp 116 juta,” kata Kabid Humas Polda Jambi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kuswahyudi Tresnadi di Jambi, Minggu (9/6).

Menurut Kuswahyudi Tresnadi, kasus dan korban lakalantas selama arus mudik Lebaran di Jambi tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Kasus lakalantas selama arus mudik Lebaran di Jambi tahun lalu hanya delapan kasus dengan jumlah korban meninggal tiga orang, luka berat, dan ringan 26 orang.

Dikatakan, kasus lakalantas selama arus mudik Lebaran yang dialami pemudik yang menggunakan sepeda motor dan minibus di Jambi sebagian besar akibat kurang hati-hati dan kecepatan terlalu tinggi di tengah padatnya arus mudik.

Selain kasus lakalantas, lanjut Kuswahyudi Tresnadi, kasus pelanggaran lalu lintas di Jambi selama arus mudik Lebaran juga tinggi, yakni mencapai 398 jasus. Sebanyak delapan kasus dari seluruh kasus pelanggaran lalu lintas tersebut dikenakan sanksi bukti pelanggaran (tilang) dan sekitar 390 kasus hanya diberi teguran.

Mengenai kasus tindak kriminal, Kuswahyudi mengatakan, jumlah tindak kriminal selama Operasi Ketupat 2019 di Jambi mencapai 21 kasus. Kasus kriminal yang menonjol di daerah itu terdiri dari pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 10 kasus, pencurian dengan kekerasan (curas) empat kasus dan serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor) enam kasus. Sedangkan kasus penganiayaan berat ada satu kasus.

Sumber: Suara Pembaruan



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait