KPK Mulai Bedah Aset Sjamsul Nursalim

  • Whatsapp
logo Radar Tegal
Kpk Mulai Bedah Aset Sjamsul Nursalim

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korusi (KPK) mengaku telah mengantongi informasi sejumlah aset tersangka kasus dugaan korupsi SKL BLBI Sjamsul dan Itjih Nursalim. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp4,58 triliun akibat perbuatan pasangan suami istri tersebut.

Muat Lebih

Loading...

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, pihaknya masih berupaya untuk menyita aset Sjamsul dan Itjih demi memulihkan kerugian negara. “Tujuan utamanya adalah mengembalikan kerugian negara, targetnya disitu kan kerugian negara mencapai Rp4,85 triliun,” kata Agus kepada wartawan, Minggu (23/6).

Agus memastikan, penyidik KPK telah mengantongi bukti dan sejumlah aset milik Sjamsul Nursalim dari hasil tindak kejahatan kasus dugaan korupsi BLBI. Menurutnya, sejumlah aset tersebut akan segera disita untuk mengembalikan keuangan negara.

“Anak-anak pasti memikirkan itu (melacak aset Sjamsul Nursalim). Menaikkan ke tingkat penyidikan berarti mereka sudah punya data, sudah punya informasi,” jelasnya.

Terpisah, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penelusuran aset Sjamsul dan Itjih telah dilakukan sejak penyidikan kasus korupsi SKL BLBI terdakwa mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung berlangsung.

“Asset tracing sudah mulai dilakukan oleh tim sejak kami memproses satu orang pertama sebagai tersangka. Waktu itu SAT (Syafruddin Arsyad Temenggung), yang kemudian sudah diputus sampai Pengadilan Tinggi,” kata Febri.

Sjamsul Nursalim diketahui masuk ke dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2018 versi Forbes. Ia menduduki peringkat ke-36. Kekayaan Sjamsul yang berhasil dicatat Forbes mencapai USD810 juta atau setara Rp11,4 triliun (kurs Rp14.125).

Jumlah kekayaan yang segitu besar tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya, Sjamsul tercatat sebagai pemilik PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), produsen sejumlah merk ban luar dan dalam yang dipasarkan di Indonesia.

Gajah Tunggal sendiri memproduksi merk ban seperti GT Radial, IRC, dan Zeneos. Selain di Indonesia, Gajah Tunggal juga memasarkan produknya hingga luar negeri. Bahkan, 30% ban yang beredar di pasar Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tenggara berasal dari Gajah Tunggal.

Selain ban, bisnis Sjamsul diketahui juga merambah di sektor properti, batu bara, dan ritel. Pada sektor ritel, Sjamsul disinyalir menjadi pemilik saham mayoritas di Mitra Adiperkasa (MAP). Usaha tersebut menaungi sejumlah merk ternama seperti Sogo, Zara, Sport Station, Starbucks, hingga Burger King. Tak hanya itu, Sjamsul juga memiliki saham di Tuan Sing Holding, perusahaan properti yang berbasis di Singapura.

Tak kalah dengan suaminya, Itjih Nusalim pun juga terjun ke dunia bisnis. Dia adalah pemilik PT Softex Indonesia, perusahaan yang memproduksi pembalut wanita bermerk Softex. Kejelian Itjih dalam berbisnis membuat Softex merajai pasar Indonesia hingga pembalut wanita selalu diasosiasikan dengan merk tersebut sampai saat ini.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Sjamsul dan Itjih Nursalim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi SKL BLBI. Keduanya diduga memperkaya diri senilai Rp4,58 triliun terkait penerbitan SKL BLBI yang menghapuskan hak tagih utang petambak Dipasena oleh Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) sebesar Rp4,8 triliun.

Atas perbuatannya, keduanya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (riz/zul/ful/fin)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait