KPK Buka Lagi Dugaan Korupsi FPJP Bank Century

  • Whatsapp
logo Radar Tegal
Kpk Buka Lagi Dugaan Korupsi Fpjp Bank Century

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengundang para penyidik lamanya untuk menuntaskan dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) Bank Century. Hal ini lantaran lembaga antirasuah itu mengaku mengalami sejumlah kendala dalam proses penyelidikan kasus Bank Century.

Muat Lebih

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan, pihaknya akan mengundang penyidik lama untuk mendapat paparan terkait kasus tersebut. Karena, berdasarkan putusan kasasi terdakwa eks Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengelolaan Moneter Budi Mulya, terdapat 10 nama yang diduga ikut terlibat dalam pusaran korupsi dengan kerugian negara Rp8 triliun itu.

“Saya melihat dari kronologisnya itu sehingga muncul 10 nama di putusan Budi Mulya. Kalau kita lihat seperti apa konstruksinya memang kita melihat bahwa beberapa diskusi mens rea (niat berbuat pidana) enggak ketemu,” ujar Saut di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (21/6).

Untuk itu, Saut menyatakan, dalam waktu dekat ini, belum akan ada perkembangan yang signifikan terkait kasus Bank Century. “Jadi itu makanya kita masih mau debat lagi. Kita minta mereka paparkan lagi,” jelasnya.

Saut menambahkan, hal ini bukan berarti penyidik lama akan kembali menangani kasus tersebut. Melainkan, pihaknya hanya akan meminta pemaparan. Saut memperkirakan, diksusi akan dilakukan pada awal Juli 2019 mendatang.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, hingga saat ini, KPK sudah meminta keterangan dari 36 orang terkait kasus Bank Century. Pemeriksaan tersebut dilakukan guna mengumpulkan bukti-bukti awal dalam penyelidikan kasus tersebut.

“Sampai saat ini ada sekitar 36 orang yang sudah kami mintakan keterangan dari berbagai unsur. Baik dari mantan pejabat Bank Indonesia pada saat itu, dari LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) atau pun dari pihak swasta dalam proses penyelidikan,” ungkap Febri.

Menurut Febri, KPK akan mempelajari lebih lanjut bukti-bukti, informasi, dan dokumen-dokumen yang sudah didapatkan dari berbagai permintaan keterangan. Hal ini dilakukan demi kepentingan pengembangan penanganan perkara.

Febri pernah menyebutkan, penyelidikan yang dilakukan KPK saat ini guna mencermati sejumlah fakta persidangan dan putusan terhadap mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa, Budi Mulya. Febri menekankan, KPK juga harus hati-hati dalam penyelidikan baru kasus ini.

Beberapa orang yang diketahui telah dimintai keterangan oleh KPK adalah mantan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Kemudian, mantan Wakil Presiden Boediono, dan mantan Deputi Gubernur BI bidang Kebijakan Moneter Hartadi Agus Sarwono.

Pada Mei 2018, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, pimpinan KPK mendapatkan hasil kajian terkait kasus korupsi dalam pemberian persetujuan penetapan pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) kepada Bank Century. KPK pun memutuskan melakukan penyelidikan secara mendalam, khususnya terkait proses merger dan pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek terhadap Bank Century. (riz/zul/fin/tgr)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait