KPK Apresiasi Kejagung Copot Aspidum Kejati DKI

  • Whatsapp
logo Radar Tegal
Kpk Apresiasi Kejagung Copot Aspidum Kejati Dki

JAKARTA  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi langkah pemberhentian sementara Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi (Aspidum Kejati) DKI Jakarta Agus Winoto yang dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Pencopotan jabatan ini diketahui berdasarkan penetapan Agus sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Muat Lebih

“KPK tetap menghargai kejaksaan dalam melakukan beberapa langkah tersebut. Saya kira tindakan cepat yang dilakukan tersebut memang perlu dilakukan agar pelayanan publik tetap berjalan,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (3/7) kemarin.

Selain mencopot sementara Agus, Kejagung juga memberhentikan dua jaksa lain yang terlibat operasi tangkap tangan (OTT) kasus ini. Mereka adalah Kepala Seksi Keamanan Negara dan Ketertiban Umum Tindak Pidana Umum Lain (Kasi Kamnegtibum TPUL) Kejati DKI Jakarta Yuniar Sinar Pamungkas dan Kepala Subseksi (Kasubsi) Penuntutan Kejati DKI Jakarta Yadi Herdianto.

Febri menambahkan, hingga saat ini keduanya masih berstatus sebagai saksi. Berdasarkan pemeriksaan awal lembaga antirasuh, kata Febri, mereka tidak memiliki kualifikasi sebagai tersangka dalam kasus yang ditangani KPK itu.

“Sebagai penegak hukum, KPK ataupun Kejaksaan tentu juga tidak boleh memaksakan orang-orang tertentu untuk menjadi tersangka padahal perbuatan mereka tidak demikian,” kata Febri.

Ia pun memastikan, kerjasama antara KPK dan Kejagung akan terus dilakukan dan diperkuat. Baik dalam upaya pencegahan korupsi, atau pun koordinasi dan supervisi kasus-kasus di daerah yang masih berjalan hingga saat ini.

“Dalam proses penyidikan yang sedang ditangani KPK saat ini, nanti tentu kami juga membutuhkan kerja sama dan bantuan dari kejaksaan. Baik terkait bukti-bukti dokumen ataupun pemeriksaan saksi-saksi dari kejaksaan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung Jan Samuel Maringka mengatakan, pencopotan ketiga jaksa dilakukan agar pelayanan publik di Kejati Jakarta tidak terganggu selama proses hukum berjalan.

Samuel menyampaikan, bidang pengawasan Kejati DKI bakal melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh ketiga jaksa tersebut.

“Terhadap pelanggaran etik yang dilakukan oleh keduanya maupun yang dijadikan tersangka (Agus) akan dilakukan pendalaman oleh bidang pengawasan Kejati DKI Jakarta,” tegasnya.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi (Aspidum Kejati) DKI Jakarta Agus Winoto, serta masing-masing dua tersangka yakni seorang pengacara bernama Alvin Suherman dan swasta Sendy Perico.

Penetapan tersangka tersebut berdasarkan hasil OTT kolaborasi antara KPK dan Kejagung di Jakarta, Jumat (28/6) lalu. Dalam OTT, tim berhasil mengamankan lima orang termasuk dua jaksa yakni Kasubsi Penuntutan Kejati DKI Jakarta Yadi Herdianto (YHE) dan Kasi Kamnegtibum TPUL Kejati DKI Jakarta Yuniar Sinar Pamungkas.

Proses penanganan dua jaksa tersebut diambil alih oleh Kejagung. Alasannya, pihak Kejagung masih perlu mendalami kasus ini. Atas perbuatannya Agus dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Alvin dan Sendi disangka melanggar pasal pemberi suap Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (riz/zul/fin/tgr)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait