KPAI Menemukan Sejumlah Kejanggalan Atas Keputusan Tidak Meluluskan Aldi Irpan

  • Whatsapp
KPAI Menemukan Sejumlah Kejanggalan Atas Keputusan Tidak Meluluskan Aldi Irpan
Kpai Menemukan Sejumlah Kejanggalan Atas Keputusan Tidak Meluluskan Aldi Irpan

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Kepala Sekolah SMAN 1 Sembalun, Lombok Timur, Sadikin Ali, saat mengikuti rapat kordinasi dengan KPAI di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Kamis lalu (23/5/2019). KOMPAS. com/Fitri.R

MATARAM, Kompas.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akhirnya mengeluarkan rekomendasi agar sekolah segera memberikan kelulusan pada Aldi Irpan, siswa kelas XII jurusan IPS, SMAN 1 Sembalun, Lombok Timur, yang tidak diluluskan karena kritis pada kebijakan kepala sekolah.

Muat Lebih

Loading...

Desakan meluluskan Aldi merupakan satu dari 4 point rekomendasi yang dikeluarkan KPAI terkait kasus Aldi Irpan.

Point kedua adalah mendorong pihak Inspektorat NTB melakukan investigasi dan evaluasi pada kepala sekolah atas keputusannya tidak meluluskan siswanya, sehingga menimbulkan polemik hingga tingkat nasional.

“KPAI juga mendorong Irjen Kemdikbud RI untuk berkoordinasi dengan Dinas Dikbud dan Inspektorat NTB untuk menindaklanjuti kasus Aldi agar tidak terulang lagi, dan menjadikan kasus Aldi menjadi pelajaran semua pihak agar tidak alergi terhadap ktirik peserta didik,” kata Retno Listyarti, Komisioner KPAI, Jum’at (24/5/2019).

Point keempat atas ketiga rekomendasi tersebut, KPAI akan bersurat ke Gubernur NTB dan Mendikbud 

Retno mengatakan, bahwa rekomendasi itu dikeluarkan setelah KPAI menemukan sejumlah kejanggalan atas keputusan tidak meluluskan Aldi, di antaranya adalah dokumen resmi yang dikeluarkan sekolah melalui rapor justru tidak dijadikan acuan meluluskan Aldi.

“Karena dalam rapor bukan hanya nilai akademik tetapi juga sikap dan perilaku tercatat penialiannya tiap semester, dan selama 3 tahun sekolah nilai akademik dan sikap Aldi tercatat baik, itu dokumen resmi sekokah lo,” katanya.

Kepsek Legowo Keputusan Kementrian

Atas temuan-temuan dan rekomendasi itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Sembalun, Sadikin Ali mengatakan, dirinya tetap yakin akan keputusan yang telah dikeluarkannya telah sesuai prosedur melalui Rapat Dewan Guru, hanya saja jika ada rekomendasi dari pihak yang lebih tinggi seperti Dinas dan Kementrian, dia hanya mengikuti saja.

“Kami sebagai sebuah lembaga di bawah dari Kementerian dan sebagainya, kami sudah melakukan prosedur yang sudah ditetapkan, bagaimanapun hasil keputusan dan sebagainya kami legowo saja. Tapi yang jelas bukan dari pihak kami yang mencoba memutuskan itu, tetapi setelah mediasi Kementerian-lah yang memutuskan, finalnya dari pihak-pihak terkait,” katanya. 

Sadikin Ali mengatakan, bahwa dirinya hanya kepala sekolah, jika nanti ada rekomendasi dari Ombudsman dan ada keputusan pengadilan yang mengatakan Aldi lulus, dirinya akan terima saja.

“Jadi apapun keputusannya, meskipun kadang itu pahit, sebagai bawahan kami akan menerima” katanya.

Ditanya bahwa dirinya sempat mengatakan tak akan menganulir keputusannya meski diminta oleh Menteri sekalipun, Sadikin meluruskan bahwa dirinya akan mengikuti institusi di atasnya.

“Artinya ada juga institusi di atas kami yang berkoordinasi dan sebagainya, yang penting jangan sampai sepihak saya mengumumkan ke media bahwa si Aldi lulus, itu kan salah. Tapi Kepala Dinas atau Kementerian silahkan saja. Kita sebagai bawahan mengikuti saja keputusan yang baik untuk kita semua, supaya kita juga nyaman melaksanakan aktivitas, siswa juga nyaman melaksanakan aktivitas,” katanya.

Menurut rencana, kepala sekolah akan menggelar kembali Rapat Dewan Guru, untuk menentukan kembali nasib Aldi, apakah bisa mendapatkan kelulusannya dan menerima ijazah SMA yang ditunggunya selama 3 tahun belajar di bangku sekolah.

Penulis: Kontributor Kompas TV Mataram, Fitri Rachmawati

Editor: Candra Setia Budi

Copyright Kompas.com

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait