Kivlan Zen Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

  • Whatsapp
Tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen. Medcom.id/Cindy
Kivlan Zen Hadiri Sidang Praperadilan Di Pn Jaksel

Jakarta: Tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen menjalani sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan hari ini pukul 09.00 WIB. Kivlan diusahakan datang.

“Diusahakan beliau sendiri akan hadir di persidangan,” kata Kuasa Hukum Kivlan, Muhammad Yuntri saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 8 Juli 2019.

Muat Lebih

Mantan Kelapa Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen melayangkan gugatan praperadilan pada Kamis, 20 Juni 2019. Namun, gugatan itu sempat dicabut Kivlan pada Kamis, 4 Juli 2019.

“Tapi, lagi diusahakan untuk dibatalkan lagi pencabutan tersebut,” ujar Yuntri.

Yuntri mengaku tak bisa menjelaskan alasan pencabutan praperadilan tersebut. Yuntri mengatakan kliennya akan datang menghadiri persidangan untuk membatalkan pencabutan gugatan praperadilan itu.

“Untuk alasan pencabutan itu bisa langsung ditanyakan kepada beliau karena rencananya beliau mau hadir langsung pada hari ini di PN Jaksel dan telah diusahakan minta bantuan penyidik untuk menghadirkan beliau di persidangan,” tutur Yuntri.

Kivlan ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata api ilegal pada Rabu, 29 Mei 2019. Dia mulanya ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) POM DAM Jaya Guntur, Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan. Kemudian, diperpanjang pada Kamis, 19 Juni 2019 hingga 40 hari ke depan.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menetapkan Kivlan sebagai tersangka kepemilikan senjata api ilegal. Status itu diberikan usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan makar di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Rabu, 29 Mei 2019.

Penangkapan Kivlan disebutkan berdasarkan pengembangan dari enam tersangka kepemilikan senjata api ilegal yang sebelumnya sudah ditangkap. Enam orang tersangka, yakni IK alias HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF.

Enam orang tersangka ini diduga menunggangi demonstrasi penolak hasil pemilihan umum (pemilu) di Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Selasa, 21 Mei 2019, dan Rabu, 22 Mei 2019. Dari kelompok tersebut, kepolisian menyita empat senjata api ilegal. Dua senjata api diantaranya rakitan.

(NUR)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait