Jadi Saksi Ahli Kivlan Zen, SBP Akan Jelaskan Kriminal Politik & Pidana Umum

  • Whatsapp
Jadi Saksi Ahli Kivlan Zen, SBP Akan Jelaskan Kriminal Politik & Pidana Umum
Jadi Saksi Ahli Kivlan Zen, Sbp Akan Jelaskan Kriminal Politik & Pidana Umum

Merdeka.com – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang gugatan praperadilan tersangka kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen. Pihak Kivlan akan menghadirkan Sri Bintang Pamungkas (SBP) sebagai saksi ahli pidana.

“SBP ini adalah ahli karena sudah pernah menjalani pidana pas era soeharto,” kata Tonin

Muat Lebih

Loading...

“SBP menerangkan perbedaan antara kriminal politik dan kriminal pidana umum. Nanti dijelaskan di sana, pak Kivlan masuk kriminal apa, politik atau pidana umum, nah beliau yang akan menyampaikan berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya,” kata Tonin di PN Jaksel.

Pada persidangan sebelumnya, saksi fakta yang dihadirkan pihak Kivlan zen yaitu Suta Widya dan Pitra Romadoni Nasution mencerita kejanggalan penangkapan Kivlan Zein.

Suta Widya, bersama Kivlan zen pada 29 Mei 2019. Kala itu, diperiksa di lantai 3, Gedung Direktorat Tindak Pindana Bareskrim Mabes Polri.

Usai diperiksa terkait kasus makar, Kivlan dihampiri sejumlah polisi tanpa seragam dan dibawa mobil dinas Polda Metro Jaya ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

“Penyidik yang memeriksa Kivlan tidak ikut menangkap. Dia ditangkap sama polisi lain dan dibawa menggunakan mobil dinas polisi,” ujar dia di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (24/7).

Kivlan zen kembali diperiksa di Polda Metro Jaya. Penyidik pun merampungkan pada 30 Mei 2019 dini hari.

Anehnya, Kivlan zen diperiksa dengan menyandang status tersangka. Tanpa lebih dulu dipanggil sebagai saksi.

“Kivlan zen tidak pernah diperiksa sebagai saksi. Ujuk-ujuk berstatus tersangka,” ucap Suta.

Sementara itu, Pitra Romadoni mempertegas keterangan saksi sebelumnya. Pitra pun mengaku, tidak prrnah menerima surat penangkapan Kivlan zen.

“Tidak ada (surat penangkapan),” tutup dia.

Reporter: Ady Anugrahadi [rhm]

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait