Dipanggil Ulang, Polisi Berharap Fanani Jadi Justice Collaborator

  • Whatsapp
Dipanggil Ulang, Polisi Berharap Fanani Jadi Justice Collaborator
Dipanggil Ulang, Polisi Berharap Fanani Jadi Justice Collaborator

Mantapps.com – Setelah mangkir dari panggilan pertama, tersangka kasus dugaan penyelewengan dana Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017, Ahmad Fanani hari ini, dijadwalkan menjalani pemeriksaan kedua.

Ini merupakan penjadwalan ulang karena Fanani tidak hadir pada pemeriksaan awal yang sedianya dilakukan 22 Juli 2019 lalu.

Muat Lebih

“Betul, kita panggil Ahmad Fanani lagi,” ujar Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Bhakti Suhendrawan saat dikonfirmasi wartawan, Senin (29/7).

Pemeriksaan kepada Fanani dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB. Namun penyidik belum bisa memastikan apakah tersangka akan hadir atau tidak.

“Yang bersangkutan semoga kooperatif, mau menjadi justice collaborator dan menginfokan kepada kami siapa pelaku intelektual dari kejahatan ini (korupsi),” ucap Bhakti.

Bhakti menerangkan, pemeriksaan terhadap Fanani merupaka syarat formil guna memenuhi berkas perkara. Karena saat ini penyidik tengah melakukan pemberkasan dan akan segera melimpahkan tahap pertama ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Sementara itu, kuasa hukum Fanani, Gufron mengatakan telah menerima surat panggilan penyidik untuk kliennya. Namun, dia pun belum bisa memastikan apakah Fanani akan hadir atau tidak.

“Informasi (surat panggilan) sudah diterima. Tapi, belum bisa dipastikan bakal hadir atau tidak,” kata Gufron.

Sebelumnya, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menetapkan Ahmad Fanani sebagai tersangka kasus penyelewengan dana Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017. Dia yang kala itu menjadi Ketua Panitia acara tersebut diduga terlibat penyalahgunaan anggaran APBN Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang digunakan untuk acara itu.

Penetapan status tersangka Fanani diketahui dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus dana Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017. Dalam SPDP tersebut disebutkan kerugian negara ditaksir mencapai Rp 1,75 miliar.

Kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia digelar memakai dana APBN Kemenpora di Pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16 sampai 17 Desember 2017. Ada dua organisasi masyarakat (ormas) besar yang terlibat acara ini, yaitu Gerakan Pemuda Ansor dan PP Pemuda Muhammadiyah.

Acara kemah ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 5 miliar. Namun, menurut pihak Polri, dugaan penyelewengan dana mulai tercium dari laporan pertanggungjawaban Pemuda Muhammadiyah diduga terdapat penggunaan dana fiktif sebesar kurang dari setengah anggaran. Sedangkan laporan dari GP Ansor tidak ditemukan penyimpangan.

Editor : Kuswandi

Reporter : Sabik Aji Taufan

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait