Bupati Bengkalis Tersangka Suap Proyek Jalan

  • Whatsapp
logo Radar Tegal

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bengkalis Amiril Mukminin sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek multi years pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Muat Lebih

Penetapan tersangka tersebut berdasarkan pengembangan perkara dugaan suap proyek peningkatan Jalan Batu Panjang Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015. Dalam kasus tersebut, Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015, M Nasir, dan Direktur Utama PT MRC, Hobby Siregar, ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya tengah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Riau.

“Tersangka AMU (Amiril Mukminin), sebagai Bupati Bengkalis diduga menerima suap atau gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan terkait proyek tahun jamak Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis,” ujar Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih Jakarta, Kamis (16/5) kemarin.

Dalam konstruksi perkara, pada Februari 2016, sebelum menjabat sebagai Bupati Bengkalis, Amiril diduga telah menerima uang senilai Rp2,5 miliar. Uang tersebut diduga untuk memuluskan anggaran proyek peningkatan Jalan Duri-Sei Pakning multi years tahun anggaran 2017-2019.

Mulanya, lelang proyek tersebut dimenangkan oleh PT CGA. Namun, Dinas PU Kabupaten Bengkalis membatalkan kemenangan PT CGA dengan memberikan Surat Pembatalan Penyediaan Barang dan Jasa (SPPBJ). Alasannya, perusahaan tersebut diisukan masuk daftar hitam (blacklist) Bank Dunia.

Selanjutnya, PT CGA membawa permasalahan tersebut ke ranah hukum. Pada tingkat kasasi Juni 2015, Mahkamah Agung (MA) memutuskan PT CGA memenangkan gugatan terhadap Dinas PU Bengkalis dan dinyatakan berhak melanjutkan proyek. Setelah Amiril menjadi Bupati Bengkalis, ia diduga melakukan pertemuan kembali dengan pihak PT CGA. Dalam pertemuan itu, PT CGA diduga meminta bantuan agar kontrak proyek dapat segera ditandatangani.

“AMU bersedia membantu,” ucap Laode.

Dalam rentang Juni dan Juli 2017, Amiril diduga menerima uang Rp3,1 miliar dalam bentuk dollar Singapura dari PT CGA. Penyerahan uang diduga untuk memuluskan proyek peningkatan Jalan Duri -Sei Pakning multi years tahun 2017-2019. “Sehingga total tersangka AMU diduga menerima uang setidak-tidaknya Rp5,6 miliar baik sebelum atau pun saat menjadi Bupati Bengkalis,” kata Laode.

Atas perbuatannya, Amiril disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat pelarangan ke luar negeri bagi tersangka Amiril Mukminin ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kemenkumham. Pelarangan tersebut terhitung sejak 13 Mei 2019 hingga enam bulan ke depan. (riz/fin/zul/tgr)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait