Bentrokan di Flores Timur Murni Kriminalitas, Warga Diminta Tahan Diri dan Serahkan Kasus ke Polisi

  • Whatsapp
Bentrokan di Flores Timur Murni Kriminalitas, Warga Diminta Tahan Diri dan Serahkan Kasus ke Polisi
Bentrokan Di Flores Timur Murni Kriminalitas, Warga Diminta Tahan Diri Dan Serahkan Kasus Ke Polisi

LARANTUKA, Mantapps.com – Pascabentrokan antarwarga Desa Nubalema 3 dan Desa Wewit, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, NTT, semua pihak diminta menahan diri.

Muat Lebih

“Semua pihak dari dua desa yang bertikai diminta menahan diri agar konflik tidak meluas dan berkepanjangan,” ungkap Kapolres flores Timur, Deni Abraham kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (7/6/2019).

Baca juga: 2 Hari Bentrok Antarwarga di Flores Timur, 1 Tewas dan 3 Luka-luka

Ia mengatakan, bentrokan yang terjadi antara kelompok anak muda di dua desa itu adalah kasus kriminal murni.

Deni berharap, tokoh agama, tokoh muda, dan tokoh masyarakat di Adonara menyerahkan sepenuhnya persoalan itu kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai proses hukum.

“Percayakan kepada pihak Kepolisiam Polres Flotim untuk menangani persoalan ini dengan profesional. Persoalan ini akan diselesaikan secara hukum,” ujar Deni.

Baca juga: Bentrok Kembali Terjadi di Buton, 2 Warga Tewas dan 8 Luka-luka

Ia menambahkan, saat ini Polres Flotim mendapat dukungan dari TNI dan pemerintah kabupaten guna mengambil langkah-langkah persuasif. Mengajak para kepala desa, tokoh muda, agama, dan tokoh adat agar mengimbau warganya menahan emosi.

“Terkait adanya informasi akan ada provokasi dari pihak luar yang menimbulkan konflik lanjutan, berdasarkan pantauan di dua desa hingga saat ini tidak ada,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, bentrokan terjadi antarwarga di Desa Nubalema 2 dan Desa Wewit, di Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, NTT.

Bentrokan itu mengakibatkan 1 orang tewas dan 3 lainnya terluka. Korban yang tewas dan terluka berasal dari Desa Nubalema 2.

Bentrokan terjadi antarwarga desa tersebut terjadi sejak Rabu (5/6/2019) himgga Kamis (6/6/2019).

Kasat Reskrim Polres Flotim, AKP Joni Frans M Sihombing mengatakan, bentrokan itu terjadi berawal dari perselisihan antarkelompok anak muda pada Rabu sore.

Perselisihan itu berlanjut dengan aksi pelemparan batu yang mengakibatkan ada korban meninggal dunia dari kelompok anak muda Desa Nubalema 2.

“1 meninggal dunia dan 3 orang terluka,” ungkap Joni kepada Kompas.com, melalui pesan singkat, Kamis malam.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait