Benih Lobster Senilai Rp17 Miliar Gagal Diselundupkan

  • Whatsapp
logo Radar Tegal
Benih Lobster Senilai Rp17 Miliar Gagal Diselundupkan

JAKARTA  – Direktorat Tindak Pidana tertentu (Dittipiter) Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan hasil sumber daya alam (SDA) negeri ini, berupa benih lobster bernilai Rp17 miliar. Benih lobster tersebut berasal dari Propinsi Bengkulu dan rencananya akan dibawa ke Singapura.

Wakil Direktur Dittipiter Kombes Pol Agung Budijono mengatakan, dalam pengungkapan penyelundupan benih lobster petugas berhasil mengamankan sebanyak 113.412 ekor. Nilai jualnya, mencapai Rp17 miliar. “Saat ini seluruh benih lobster sudah kita amankan berikut barang bukti lainnya, seperti dua mobil dan handphone, serta menangkap sebanyak empat tersangka, diantaranya warga negara asing (WNA) asal Singapura,” kata Agung saat konferensi pers di Bareskrim Polri, Kamis (11/7) kemarin.

Muat Lebih

Loading...

Kini, kata Agung, atas perbuatannya, para tersangka bakal dijerat pasal 88 Undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan. Mereka terancam hukuman penjara 6 tahun dan denda Rp1,5 miliar. “Untuk empat tersangka yang berhasil ditangkap, antara lain Hasan, Bagyo Chandra, dan dua WNA Singapura, bernama Mark Tan Cheng Chu Feng, dan Teng Cheng Ying Keene. Untuk penyidikan dan pengembangan lebih lanjut, saat ini anggota masih terus mendalami kasusnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kasubdit IV Dittipiter Bareskrim Polri Kombes Pol Parlindungan Silitonga mengatakan, kasus penyelundupan benih lobster ini terungkap pada 1-3 Juli. Penangkapan dilakukan di wilayah Jambi, usai pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat.

Informasi yang diterima polisi akan adanya penyelundupan benih lobster dari Bengkulu ke Singapura via Batam. Dari situ, diakui Parlindungan, anggota kemudian langsung menelusuri jalur yang dilewati pelaku, dan berhasil mencegat dua kendaraan minibus yang digunakan pelaku di Jambi.

“Kita mencegat kendaraan itu di Jalan Pattimura, Kota Jambi. Dan langsung menangkap dua orang tersangka, yakni Mark Tan Cheng Chu Feng dan Hasan yang langsung kita kembangkan kembali untuk menangkap tersangka lainnya,” ungkap Parlindungan.

“Hasil pengembangan kami pun berhasil menangkap dua tersangka lainnya, yakniBagyo Chandra dan Teng ChengYing Keene yang berperan sebagai pemodal atau pembeli benih lobster di wilayah Batam, Kepulauan Riau,” sambungnya.

Adapun dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka ini, diakuiarlindungan, mereka mengakui kalau benih lobster yang hendak diselundupkan itu rencananya akan dikirim ke Vietnam, setelah sampai di Singapura.

“Jadi, untuk membawa benih lobster itu mereka menggunakan kemasan yang sudah diberikan oksigen yang dinilai tahan agar benih itu tetap hidup sampai ke Singapura, sekitar 8 jam untuk kemudian, diterbangkan lagi ke Vietnam,” ujarnya. (mhf/zul/gw/fin)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait