Bandar Narkoba Internasional Jaringan Aceh Dimiskinkan

  • Whatsapp
logo Radar Tegal
Bandar Narkoba Internasional Jaringan Aceh Dimiskinkan

Bandar narkoba internasional jaringan Aceh dimiskinkan Badan Narkotika Nasional (BNN). Seluruh aset tersangka berinisial KML disita usai ditangkap.

KML ditangkap BNN di Dusun Pintu Air, Tamiang, Provinsi Aceh, pada 14 Mei 2019. Aset kekayaan yang dimiliki senilai Rp 11,1 miliar disita petugas. Aset tersebut berupa, satu unit rumah mewah, dua mobil mewah, 14 bidang tanah+ sertifikatnya, 4 sepeda motor serta uang dalam rekening bank Rp150 juta.

Muat Lebih

Kepala Humas dan Biro Protokol BNN Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan, aset tersebut terpaksa diamankan petugas karena diduga hasil tindak kejahatan narkotika. Selain itu, terungkap adanya tindak pidana pencucian uang yang dilakukan tersangka pasca tertangkap tim BNN.

“Dari total aset yang disita BNN, senilai Rp6,1 miliar diduga hasil tindak pidana pencucian uang, sedangkan Rp5 miliar diduga didapatkan tersangka dari hasil tindak pidana kejahatan narkotika,” kata Sulistyo melalui pesan tertulis kepada Fajar Indonesia Network, Rabu (17/7) kemarin.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengembangan, ternyata aset-aset tersangka diatasnamakan orang lain, baik kerabat maupun orang dekatnya. Tujuannya agar tidak terlacak. “Ya, kita menduga tersangka berusaha mengelabui petugas terkait asetnya, dengan menggunakan nama orang lain. Tapi kini, seluruh asetnya sudah kita amankan semua, dan kita harus melakukan tindak tegas ini, agar membuat miskin tersangka dan jera atas perbuatannya,” ungkap Sulistyo.

“Saya menekankan dan memberikan peringatan kepada para sindikat jaringan narkoba, bahwa kalian tinggal menunggu waktu saja dapat tertangkap tim BNN. Dan ingat, jika tertangkap ancaman kalian adalah hukuman mati. Tak ada toleransi,” tambahnya.

Terpisah, Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, tersangka KML merupakan anggota jaringan bandar narkoba internasional asal Aceh ini berhasil diamankan timnya, pada 14 Mei 2019 lalu.

“Saat kita tangkap, dari tangan tersangka kita berhasil mengamankan 15,6 kg narkoba jenis sabu, dan 9.900 butir pil PMMA,” ujar Arman secara tertulis melalui tim Karo Humas dan Protokol BNN.

Adapun setelah tersangka tertangkap, Arman mengakui, timnya juga berhasil mengungkap adanya tindak pencucian uang, dan berhasil mengamankan asset senilai Rp6,1 miliar sepekan penangkapan tersangka yang kemudian disita guna penyelidikan lebih lanjut.

Sementara dari hasil pengembangan lainnya, lanjut Arman, timnya pun kembali mengungkap aset lain yang dimiliki KML, dan diduga didapat dari hasil tindak kejahatan narkotika senilai Rp5 miliar. “Aset-aset ini ada yang atas nama orang lain, dan diduga sengaja untuk menyimpan kekayaannya agar tidak terlacak. Ada yang atasnama kerabat dan orang dekatnya, seperti kendaraan rumah dan sebidang tanah yang dimilikinya,” tandasnya.

Kini, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka kini telah dijebloskan di penjara, dan bakal dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), dan Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati. (mhf/gw/zul/fin)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait