Baku Tembak, Dua Bandar Narkoba Tewas, Seorang Polisi Kritis

  • Whatsapp
logo Radar Tegal
Tembak Tembakan, Dua Bandar Narkoba Tewas, Seorang Polisi Kritis

JAKARTA – Baku tembak antara tim Jatanras Dit Reskrimum Polda Riau dengan kawanan gembong narkoba terjadi. Dua bandar narkoba tewas dan satu polisi harus dirawat secara intensif akibat luka tembak.

Saling tembak itu terjadi kala polisi melakukan penggerebekan di Perumahan Palsa Residence, Jalan Subrantas, Gang Sepakat, Sidomulyo Barat, Tampan, Pekan Baru, Selasa (23/7) pagi. Salah satu gembong narkoba yang tewas adalah Satriandi, buronan Lapas kelas II A Pekanbaru yang kabur pada tahun 2017, setelah divonis 20 tahun penjara. Dia juga diketahui pecatan polisi tahun 2015 yang terlibat kasus narkoba dan juga pelaku aksi pembunuhan menggunakan senjata api.

Muat Lebih

Sementara anggota polisi yang tertembak adalah Bripka Lius Muliadin, anggota Ditreskrimum Polda Riau. Dia tertembak di dada sebelah kanannya, dan kini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan aksi baku tembak tersebut. Namun, dia menyarankan untuk langsung menghubungi Polda Riau untuk informasi lebih lanjut. “Ya mas, langsung ke Polda saja ya. Mereka akan rilis kejadian tersebut,” singkat Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (23/7).

Terpisah, dalam kesempatan konferensi pers Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko P mengatakan, peristiwa baku tembak berlangsung saat penggerebekan terhadap kawanan gembong narkoba, sekaligus penangkapan seorang DPO LP Pekanbaru yang kabur tahun 2017 lalu.

“Jadi saat dilakukan penggerebekan ada 3 orang di lokasi, yakni pelaku inisial AS dan RN, serta satu rekannya yang mencoba melarikan diri dan berhasil kita tangkap. Adapun, akibat baku tembak di lokasi didapati ada dua mati,” kata Kapolda di Mapolda Riau, Pekanbaru, Selasa (23/7).

Menurut Widodo, dua pelaku yang tewas itu adalah AS (Satriandi) dan RN. Sedangkan 1 pelaku yang diamankan sendiri tak bisa diungkapkan guna proses penyelidikan lebih lanjut. Diakui Widodo, satu pelaku tewas Satriandi ini yang masuk DPO Lapas Pekanbaru pada 2017.

“Pelaku ini waktu kita lakukan penggerebekan, coba untuk melakukan perlawanan dengan senjata api, bersama dengan pelaku lain RN,” ujar Widodo.

Widodo menegaskan, jika Satriandi merupakan pecatan polisi tahun 2015 akibat terlibat kasus narkoba. Dia diketahui, terakhir kali bertugas di Polres Rokan Hilir (Rohi). Kemudian, tahun 2017 terlibat kasus pembunuhan, tapi saat jalani masa hukuman berhasil kabur dari Lapas Pekanbaru.

“Dia ini residivis akut. Dia kabur dari lapas. Tapi hari ini berakhir sudah. Dia tewas ditembak dalam penggerebekan tim Jatanras Dit Reskrimum Polda Riau. Lebih baik dia kita habisi ketimbang generasi kita dia rusak!” tegas Widodo.

Widodo menambahkan, dalam proses penggerebekan di lokasi juga ada satu anggota Polda Riau tertembak di dada sebelah kanan, dan saat ini sedang jalani perawatan di rumah sakit. Dia adalah Bripka Lius Muliadin. Dan kepadanya, akan diberikan penghargaan.

“Saat ini lagi dirawat di rumah sakit, dan tentu untuk anggota yang mengalami luka tembak, nanti akan kita beri penghargaan,” ucap Widodo.

Di tempat yang sama, Dir Reskrimum Polda Riau Kombes Pol Hadi Poerwanto menjelaskan, satu pelaku lainnya berinisial RN yang tewas diketahui merupakan orang yang mengawal Satriandi. “Jadi, RN ini dari pengamatan kita belakangan sudah satu bulan ikut Satriandi. Ke mana pergi Satriandi, dia selalu mengawalnya,” kata Hadi.

Sementara terkait satu pelaku yang diamankan dalam keadaan hidup, diakui Hadi pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Satu yang hidup, masih kita periksa lebih lanjut untuk mengungkap semua kejahatan yang mereka lakukan,” imbuhnya.

Hadi mengungkapkan, jika pihaknya sebelum melakukan penggerebekan dilokasi tersebut, sempat melakukan pengintaian dulu untuk melihat gerak-gerik pelaku Satriandi cs ini secara intensif dalam 3 hari terakhir. Diakuinya, segala pergerakannya di Pekanbaru terus dibuntuti timnya.

“Akhirnya, tadi pagi mereka kita gerebek dan melakukan perlawanan, kita saling baku tembak. Kemudian Satriandi dan rekannya, RN, tewas dalam baku tembak, sedangkan satu rekannya lagi yang sempat kabur berhasil kita tangkap hidup-hidup,” tutup Hadi.

Sebagai informasi, dalam proses penggerebekan di lokasi tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 2 unit senjata merek revolver, 2 unit senjata laras panjang, 8 butir selomsong revolver, 6 butir peluru revolver laras pendek, 6 butir peluru dalam revolver Merek taurus, 1 buah tas pancing, dan 1 buah granat. Adapun kasus hingga kini masih didalami lebih lanjut. (mhf/gw/zul/fin)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait