7 Fakta Siswa Tak Lulus Gara-gara Protes Kepala Sekolah, Siswa Dikenal Kritis hingga 3 Alasan Kepsek

  • Whatsapp
7 Fakta Siswa Tak Lulus Gara-gara Protes Kepala Sekolah, Siswa Dikenal Kritis hingga 3 Alasan Kepsek

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Ilustrasi JITET

Mantapps.com – Seorang siswa kelas XII jurusan IPS SMAN 1 Sembalun, Lombok Timur, Aldi Irpan, mengunggah protes terhadap sikap kepala sekolah melalu akun Facebook-nya pada tanggal 16 Januari 2019 lalu.

Muat Lebih

Loading...

Unggahan Aldi tersebut menuai komentar setelah Aldi menganggap ketidaklulusannya akibat sikap kritis dirinya kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Sembalun.

Dalam unggahannya, Aldi memprotes sikap kepala sekolah yang memulangkan salah satu siswa karena terlambat masuk sekolah.

Aldi berpendapat, kepala sekolah seharusnya mengetahui jika para siswanya harus berjuang melewati jalan rusak dan longsor untuk berangkat sekolah.

Berikut ini unggahan Aldi di media sosial, “Kami siswa SMAN 1 Sembalun tolong hargailah perjuangan kami, kami ingin sekolah untuk masa depan kami agar kami bisa membahagiakan kedua orangtua kami pendidikan diperuntukkan untuk siswa bukan untuk dipersulit, tolong lihatlah perjuangan kami….. Salam Demokrasi”.

Baca fakta lengkapnya:

1. Alasan Aldi memprotes sikap kepala sekolah Status Facebook Aldi yang membuat kepala sekolah marah, sehingga Aldi tidak diluluskan padahal dia peringkat dua di jurusanya dok aldi© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Status Facebook Aldi yang membuat kepala sekolah marah, sehingga Aldi tidak diluluskan padahal dia peringkat dua di jurusanya dok aldi

Aldi menuturkan, dirinya memprotes kepala sekolah yang memukul dan melempar rekannya bernama Holikul Amin hanya karena menggunakan jaket di lingkungan sekolah.

Menurut Aldi, cuaca di Sembalun saat itu sangat dingin karena hujan sedang turun.

Aldi protes kebijakan kepala sekolah tersebut melalui wali kelas dan guru lainnya.

“Padahal ketika itu kawan saya sudah lepas jaketnya di parkiran sekolah, malah dipukul dan dilempar bak sampah. Banyak kebijakan kepala sekolah yang tidak sesuai dan tidak adil, tetapi kawan-kawan saya tidak berani mengutarakan. Saya berani mengutarakannya demi kawan-kawan saya,” kata Aldi.

2. Diduga tak diluluskan gara-gara sikap kritis

Ilustrasi sekolah rusak Shutterstock© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Ilustrasi sekolah rusak Shutterstock

Gara-gara sikap kritisnya, Aldi berpendapat dirinya tidak diluluskan saat pengumuman, Senin (13/52019) lalu.

Menurutnya, hasil ujiannya tak terlalu buruk dan justri tercatat peringkat dua di jurusannya dengan total nilai 192.

“Saya tidak lulus, karena dianggap terlalu berani melawan kebijakan kepala sekolah. Saya dianggap tidak menurut. Itu alasan kepala sekolah tidak meluluskan saya,” kata Aldi pada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (16/5/2019).

3. Aldi dipanggil kepala sekolah gara-gara status di Facebook

Ilustrasi KOMPAS/DIDIE SW© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Ilustrasi KOMPAS/DIDIE SW

Status Facebook itu menyebabkan Aldi dan sejumlah kawannya dipanggil ke ruang kepala sekolah. Saat itu kepala sekolah mempertanyakan status yang ditulisnya.

Aldi pun langsung menyampaikan pendapatnya bahwa banyak kebijakan sekolah yang tidak berpihak pada siswa.

Kebijakan yang ia protes adalah peraturan sekolah yang meminta siswa pulang jika terlambat masuk sesuai jam yang ditetapkan yaitu pukul 07.00 Wita dan larangan menggunakan jaket di sekolah, padahal musim hujan dan cuaca dingin.

“Kepala sekolah meminta saya mengumpulkan seluruh siswa yang setuju dengan pendapat saya. Jika banyak siswa yang setuju dengan saya dan bersedia berkumpul, kepala sekolah akan mengubah kebijakannya,” kata Aldi.

“Saya berhasil mengumpulkan 200 kawan-kawan saya, tetapi ketika semua berkumpul bukannya menepati janji, kepala sekolah justru memojokkan saya di hadapan seluruh siswa dan guru. Dia tidak menepati janjinya,” kata Aldi kecewa.

4. Diancam dan diminta pindah sekolah

Ilustrasi trauma dan kesedihan lolostock© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Ilustrasi trauma dan kesedihan lolostock

Aldi menceritakan, saat berada di ruangan kepala sekolah, dirinya ditanya apa keinginannya. Lalu ia menjawab ingin peraturan sekolah berubah.

Namun jawaban tersebut justru membuat kepala sekolah emosi dan mengancam tak meluluskannya. Tak hanya itu, Aldi diminta pindah sekolah.

“Saya akan dibiayai jika mau pindah sekolah. Tapi saya menolak tetap tidak mau karena saya akan ujian. Kepala Sekolah mengancam tidak akan meluluskan. Saya tetap menolak. Kepala Sekolah akhirnya mengatakan terserah kamu, saya sudah menyerah,” tutur Aldi.

Ia diminta untuk menanggung risiko karena dianggap melawan, menentang, dan tidak menghormati guru.

5. Pendapat keluarga Aldi terkait sikap kepala sekolah

Ilustrasi siswa SMA KOMPAS/A HANDOKO© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Ilustrasi siswa SMA KOMPAS/A HANDOKO

Sementara itu, Rusman, kakak ipar Aldi yang membantu menangani kasus Aldi, mengatakan, sangat kecewa dengan keputusan tidak adil kepala sekolah.

Sebelumnya, kepala sekolah sempat mengutus dua guru ke rumah Aldi dan mengatakan jika ingin lulus, Aldi dan orangtuanya harus meminta maaf pada kepala sekolah. Bersama orangtuanya, Aldi datang ke rumah kepala sekolah.

“Kepala sekolah justru sebut permintaan maaf itu tidak diterima karena dilakukan di hari Minggu bukan jam kerja. Begitu kata kepala sekolah dan adik saya tetap dinyatakan tidak lulus karena keputusan kepala sekolah. Guru-gurunya banyak yang nangis karena tahu Aldi anak baik dan peringkat dua di jurusannya,” kata Rusman.

6. Sosok Aldi di mata guru wali kelas

Ilustrasi TOTO SIHONO© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Ilustrasi TOTO SIHONO

Ruhaiman, wali kelas Aldi, mengaku sangat sedih atas keputusan kepala sekolah yang tidak meluluskan Aldi.

Sebagai wali kelas dirinya ingin selalu membela anak didiknya, apalagi Aldi adalah ketua kelas. Menurutnya, Aldi adalah anak yang baik, rajin, sopan, dan pintar.

“Anak kita ini aktif di OSIS. Selalu membantu sekolah. Dia membantu mendatangkan donatur yang menyumbang 60 buah Al-Quran. Sampai sekarang sumbangan itu dipakai untuk mengaji anak-anak di sekolah ini,” kata Ruhaiman.

Menurutnya, secara akademis dan perilaku, Aldi tergolong anak baik. Hanya saja dia kritis jika kebijakan itu merugikan banyak kawannya, terutama soal penggunaan jaket di musim hujan.

“Kami sudah berusaha memberi masukan pada kepala sekolah yang baru satu tahun menjabat di Sembalun ini. Soal penggunaan jaket misalnya, di sini dinginnya 11-12 derajat kalau pagi dan musim hujan. Berbeda seperti wilayah lain di Lombok,” ungkapnya.

7. Dinas Pendidikan NTB akan panggil kepala sekolah Ilustrasi KOMPAS/JITET© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Ilustrasi KOMPAS/JITET

Pihak Dinas Pendidikan NTB akan segera memanggil Kepala SMAN 1 Sembalun, Sadikin Ali, untuk memberikanklarifikasi.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan NTB H Rusman, Kamis malam (16/5/2019).

“Terkait hal itu kepala sekolah juga mengaku sudah dipanggil oleh kepala UPT Dikmen Lombok Timur untuk dimintai klarifikasi atas hal tersebut,” jelas Rusman.

Rusman mengatakan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi melalui sambungan telepon kepada kepala SMAN 1 Sembalun, Ali Sadikin.

Saat itu Sadikin sudah menjelaskan, ada tiga alasan Aldi tidak diluluskan. Pertama, keputusan tersebut berdasarkan musyawarah bersama guru, bukan keputusan sendiri kepala sekolah.

Kedua adalah Aldi dinilai tidak memenuhi persyaratan atau tidak memenuhi kewajibannya selama bersekolah.

Selain itu, alasan ketiga ialah Aldi seringkali dibina karena perilakunya, dan ia menyatakan tidak mengulangi perbuatannya. Namun janji itu dilanggar.

Sumber: Mantapps.com (Fitri Rachmawati)

Penulis: Michael Hangga Wismabrata

Editor: Aprillia Ika

Copyright Kompas.com

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait