5 Fakta Ancaman Antraks di Gunungkidul, Ternak Diisolasi hingga Disuntik Antibiotik

  • Whatsapp
5 Fakta Ancaman Antraks di Gunungkidul, Ternak Diisolasi hingga Disuntik Antibiotik
5 Fakta Ancaman Antraks Di Gunungkidul, Ternak Diisolasi Hingga Disuntik Antibiotik

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Ilustrasi sapi. THINKSTOCKPHOTOS

Mantapps.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul terus memanatau kondisi kesehatan masyarakat, pascapenemuan lima ekor sapi dan dua kambing positif antraks di RT 3 Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul.

Muat Lebih

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait temuan kasus antraks di wilayah Desa Bejiharjo.

Dirinya pun meminta masyarakat untuk waspada karena antraks penyakit yang cukup berbahaya, karena termasuk bisa menular ke manusia. Namun demikian, pihaknya meminta untuk tidak panik.

Baca fakta lengkapnya berikut ini: 

1. Warga diharap untuk berhati-hati saat konsumsi daging sapi
Pedagang melayani pembeli di Pasar Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (4/5/2019). Harga daging sapi melonjak dari dari Rp 120.000 per kilogram menjadi Rp 170.000 per kilogram. Mantapps.com/MASRIADI© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Pedagang melayani pembeli di Pasar Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (4/5/2019). Harga daging sapi melonjak dari dari Rp 120.000 per kilogram menjadi Rp 170.000 per kilogram. Mantapps.com/MASRIADI
Immawan Wahyudi mengimbau masyarakat Gunungkidul lebih berhati-hati dalam mengonsumsi daging sapi.

“Saya sendiri telah mendapatkan laporan terkait adanya ternak milik warga yang terpapar spora antraks. Mengingat spora antraks memiliki daya rusak yang besar saya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih hati-hati terutama dalam mengkonsumsi daging sapi, tetapi jangan semua daging sapi dihindari yang spesifik saja,” ucapnya, Kamis (23/5/2019).

Pihaknya juga telah melokalisir agar antraks tidak menyebar ke daerah-daerah lainnya.

“Ini juga tak kalah penting bagi masyarakat jangan menyembelih hewan ternak yang sakit dan menjual daging hewan sakit tersebut karena berbahaya dan tidak diperbolehkan karena perbuatan itu dapat merugikan konsumen,” tegasnya.

2. Suntik antibiotik untuk ternak terus digencarkanPetugas Kesehatan hewan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan melakukan pemusnahan sapi yang positif mengidap antraks© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Petugas Kesehatan hewan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan melakukan pemusnahan sapi yang positif mengidap antraks

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Broto beberapa hari lalu hingga hari ini melakukan penyuntikan antibiotik kepada hewan-hewan ternak.

Pada hari ini penyuntikan antibiotik tak hanya di kawasan Bejiharjo, Karangmojo, taoi juga diperluas hingga 1 KM dari lokasi. Penyuntikan pada hari ini diperluas hingga Dusun Tawarsari (Kecamatan Wonosari).

Di lokasi tersebut ada 9 ekor sapi, 36 ekor kambing, dan 3 ekor domba yang disuntik antibiotik.

“Dusun Tawasari dipilih karena Tawarsari merupakan perbatasan langsung dengan Dusun Grogo, selain itu penyuntikan dilakukan di RT 2 Grogol 4 ada tambahan 2 ekor sapi dan 12 ekor kambing yang disuntik,” katanya.

3. Cegah penyebaran, ternak terjangkit antraks diisolasi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawati Mantapps.com/MARKUS YUWONO© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawati Mantapps.com/MARKUS YUWONO

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, melarang seluruh hewan ternak Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo dibawa keluar sampai vaksinasi selesai.

Selain itu, angkutan ternak juga dilarang melintas ring road utara Gunungkidul untuk mengantisipasi penularan.

“Hari ini kita sudah berkoordinasi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang terkait dengan antraks ini. Memang sudah postif di Gunungkidul sehingga mereka harus sudah menyadari tugas pokoknya,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Gunungkidul, Azman latief, di kantor Pemkab Gunungkidul, Kamis (23/5/2019)

4. Ahli jelaskan ciri-ciri ternak terkena antraks

Pemeriksaan sapi di Kabupaten Gorontalo Mantapps.com/Kesmavet Gorontalo© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Pemeriksaan sapi di Kabupaten Gorontalo Mantapps.com/Kesmavet Gorontalo

Kepala Balai Besar Veteriner Wates, Bagoes Poermadjaja menyampaikan ciri-ciri hewan yang terpapar antraks.

Salah satunya adalah limpa membesar dan darah yang keluar tidak akan membeku.

Selain itu, masyarakat juga perlu diberi tahu bagaimana menangangi hewan ternak yang terpapar antraks.

“Yang paling berbahaya adalah jika daging sapi yang terpapar antraks tersebut dikonsumsi oleh manusia,”ucapnya.

Dari penelusuran, daging yang mengandung bakteri antraks berasal dari wilayah Bejiharjo yang disembelih lalu dikirim ke wilayah Wates, Kulon Progo. Namun pihaknya sudah tidak lagi menemukan daging tersebut.

5. Hasil pemeriksaan tiga warga masih menunggu uji lab

Ilustrasi rumah sakit SHUTTERSTOCK© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Ilustrasi rumah sakit SHUTTERSTOCK

Sampai saat ini pihak Dinas Kesehatan Gunungkidul masih menunggu hasil laboratorium apakah virus antraks tersebut sudah menyerang manusia atau belum.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawati menyampaikan, hasil koordinasi dengan dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul pihaknya langsung menurunkan tim ke lokasi terjangkitnya antraks.

“Kami lakukan pengambilan sampel untuk diperiksa apakah mengandung antrak atau tidak. Belum ada yang dipastikan terkena antraks,” katanya saat ditemui di kantor Dinas Kesehatan Gunungkidul, Rabu (22/5/2019).

Pihaknya memeriksa tiga orang, adapun rinciannya dua orang dilakukan pemeriksaan awal, dan seorang harus diperiksa intensif, hingga sampelnya dikirim ke labratorium.

Seperti diketahui, tiga orang ini yang bersentuhan langsung dengan sapi yang mati terkena virus antraks di dusun Grogol 4, Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo.

Sumber: Mantapps.com (Markus Yuwono, David Oliver Purba)

  

Penulis: Michael Hangga Wismabrata

Editor: David Oliver Purba

Copyright Kompas.com

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait