Tipu Ratusan Juta, Owner Travel Berhasil Ditangkap Tim Resmob Polrestabes Surabaya

  • Whatsapp
Tipu Ratusan Juta, Owner Travel Berhasil Ditangkap Tim Resmob Polrestabes Surabaya
Tipu Ratusan Juta, Owner Travel Berhasil Ditangkap Tim Resmob Polrestabes Surabaya

Detiknews.id Surabaya – Kepala Unit Resmob Iptu Bima Sakti bersama tim, berhasil menangkap Owner travel wisata yang menjadi buron karena menipu pelanggannya itu bernama Santio Budiono, anggota Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Akibat merugikan korban senilai Rp.400 juta, buron ini tak berkutik ketika ditangkap Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Muat Lebih

Dia ditangkap di rumahnya yang di Kebraon setelah pulang dari Pasuruan. Warga Jalan Kupang Jaya No 126 itu ditangkap di daerah Kebraon. Keberadaannya diketahui setelah anggota Unit Reserse Mobile (Resmob) mendapat informasi lokasi tempat tinggalnya yang baru.

Santio mengaku terpaksa menipu para pelanggannya. Sebab, dia sudah terlilit hutang sejak 2015. Usahanya di bidang travel juga tidak berhasil. Dia sampai tidak mampu membayar tiga orang karyawannya.

Banner In Content 1

” Sejatinya, bisnis yang dia lakoni sejak 2011 itu sempat berjalan lancar. Pelanggan yang sudah menggunakan jasa travelnya sudah banyak. Bisnisnya drop gara-gara salah perhitungan dalam memberikan promosi. Uang down payment (DP) dipakai untuk subsidi biaya berangkat pelanggan yang lain.  Jadi, DP pelanggan yang berangkat bulan depan dipakai untuk memberangkatkan pelanggan yang berangkat pekan depan,” ungkapnya.

Hingga akhirnya, ada pelanggan yang komplain. Uang yang sudah dibayarkan minta dikembalikan. Sebab, ada salah satu pemberangkatan yang blunder dan akhirnya harus batal berangkat. ”Uang DP yang masuk saya pakai bayar hutang itu. Begitu terus, akhirnya banyak hutang,” jelasnya, saat dirilis di Mapolrestabes Surabaya.

Jumlah komplain yang masuk semakin banyak. Jumlah pelanggan yang minta uangnya dikembalikan juga terus bertambah. Sejak saat itu, hutangnya terus menumpuk. Akhirnya, DP pelanggan yang masuk dibagi. Sebagian dipakai bayar hutang. Sebagian dipakai untuk memberangkatkan pelanggannya.

Puncaknya pada Oktober 2018. Sutiyono, salah seorang karyawan di tempat golf melaporkannya ke polisi. Sebab, tidak ada kejelasan terkait pemberangkatan wisata ke Bali yang sudah dibayarkan.

Sejak dilaporkan ke polisi, Santio mengaku selalu berpindah-pindah kota. Mulai Malang, Pasuruan hingga Jember dan Surabaya. Dalihnya, dia mencari pekerjaan untuk menutup hutang-hutangnya yang sudah kadung menumpuk.

Kepala Unit Resmob Iptu Bima Sakti menyatakan anggota mendapat informasi keberadaan pelaku. Kita langsung datangi rumahnya. Yang bersangkutan sedang bersantai.

” Santio didatangi tiga orang anggota polisi berpakaian preman. Anggota menunjukkan surat perintah penangkapan. Dia diminta ikut untuk memberikan keterangan di Unit Resmob Polrestabes Surabaya. Semuanya diakui. Yang bersangkutan sudah ditetapkan tersangka,” kata Bima. Kamis (20/06/2019)

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 372 dan/atau pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Ancaman hukumannya lima tahun penjara. (M9)



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait