Tantangan Sektor Pariwisata di Indonesia, Harus Dinamis Respons Perubahan

  • Whatsapp
Tantangan Sektor Pariwisata di Indonesia, Harus Dinamis Respons Perubahan | iNews Portal
Tantangan Sektor Pariwisata Di Indonesia, Harus Dinamis Respons Perubahan | Inews Portal

BANYUWANGI, Mantapps.com – Pariwisata memberikan dampak positif terhadap perekonomian. Tetapi juga rentan terhadap perubahan. Maka itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menekankan pentingnya sektor pariwisata harus selalu dinamis merespons perubahan.

Menpar Arief Yahya mengatakan, seperti di sektor telekomunikasi yang selalu mengalami perubahan, sektor pariwisata pun rentan terkena dampak pembaruan.

Muat Lebih

“Perubahan dan pembaruan adalah keniscayaan. Kita yang tidak mengikuti pembaruan berarti melawan keniscayaan itu. Prinsipnya, jika tidak melakukannya, maka orang lain yang akan melakukan pembaruan itu,” kata Menpar Arief Yahya dalam Seminar General Aviation for Tourism di Hotel El Royale Banyuwangi, belum lama ini di Banyuwangi.

Pada seminar yang mengangkat tema ‘Jurus Jitu General Aviation Mendukung Pariwisata Indonesia’ itu, Menpar Arief memberikan contoh saat seluler mulai merambah Indonesia. Menurutnya, kehadiran teknologi seluler sempat mendapatkan penolakan. Telkom pun dihadapkan pada pilihan untuk bermain di seluler atau tidak.

“Kalau Telkom menolak seluler, Telkom akan mati. Karena, para pesaing pasti mengambil kesempatan itu. Dan hasilnya, semua orang menggunakan seluler,” katanya.

Hal serupa terjadi di pariwisata di mana perubahan dan pembaruan pasti terjadi. Meskipun, Arief menilai saat perubahan atau pembaruan terjadi, pasti ada konfrontasi dan penolakan. “Dan itu hal yang sangat biasa. Karena nantinya akan ada kolaborasi. Dan itu bagian yang penting,” ujar Menpar.

Arief Yahya berharap Seminar General Aviation itu akan menghasilkan masukan atau terobosan bagi aksesibilitas udara di Indonesia. Menurutnya, hal ini sangat penting karena Indonesia adalah negara kepulauan, dan akses udara sangat vital.

“Saya berharap kegiatan ini bisa menghasilkan proposal dan menjadikan Banyuwangi sebagai pilot project,” katanya.

Hadir dalam kesempatan itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Dirut PT Angkasa Pura II M Awaluddin, Staf Khusus Menpar Bidang Infrastruktur Judi Rifajantoro.

General Aviation juga diharapkan mampu menghadirkan air touring pesawat berbendera asing di kepulauan RI. Menurutnya, semua project ini bisa dilakukan oleh Banyuwangi.

Sementara, Dirut PT Angkasa Pura II M. Awaluddin mengatakan, persiapan seminar ini terbilang singkat. Dijelaskannya, seminar ini adalah hasil diskusi dua minggu lalu.

“Idenya adalah bagaimana kami dari Angkasa Pura II berpikir terkait cara mendukung Menpar agar industri pariwisata nasional terus tumbuh. Karena sektor lain bisa ikut tumbuh bersama pariwisata,” ujarnya.

Awalnya berharap kegiatan ini bisa menghasilkan ide-ide baru. Untuk mendukung ide itu, Banyuwangi dipilih menjadi tuan rumah seminar.

“Kami memilih Banyuwangi bukan tanpa alasan. Banyuwangi akan jadi pilot project. Dari diskusi ini kami harapkan ada aksinya. Apakah benar general aviation mendukung sektor pariwisata. Dan kami harapkan Banyuwangi mendukung hal itu,” katanya.

Editor : Vien Dimyati

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait