Sarah Burton, Desainer Top Asal Inggris sang Penerus Maestro Fashion : Okezone Lifestyle

  • Whatsapp
Sarah Burton, Desainer Top Asal Inggris sang Penerus Maestro Fashion : Okezone Lifestyle
Sarah Burton, Desainer Top Asal Inggris Sang Penerus Maestro Fashion : Okezone Lifestyle

Muat Lebih

NAMA Sarah Burton sudah tidak terdengar asing bagi para fashionista. Ia adalah desainer top asal Inggris yang kini mencakup direktur kreatif lini busana Alexander McQueen.

Sarah Burton membuktikan bahwa dirinya layak menjadi desainer atau penerus maestro mode tersebut setelah McQueen meninggal dunia. Perempuan bernama lengkap Sarah Jane Burton ini lahir pada 1974 di Manchester, Inggris. Ketertarikannya pada dunia fashion sudah terlihat sejak kecil.

“Saya suka menggambar sejak usia sangat muda dan selalu tahu saya ingin menjadi perancang busana. Saya ingat membeli Vogue dan menyematkan gambar Richard Avedon di dinding kamar saya,” ujar Burton, seperti dilansir V ogue.com .

Burton mengenyam pendidikan di Manchester Polytechnic sebelum pindah ke London untuk belajar Print Fashion di Central Saint Martins College of Art dan Design di London.

“Pada satu titik saya belajar Fine Art di Ruskin College di Oxford, tapi kemudian saya memutuskan ingin mengejar minat di dunia mode,” kata Burton. Saat mengenyam pendidikan di Central Saint Martins dengan tutor Ungless Simon, seorang teman menyarankan Burton untuk melakukan wawancara dengan Alexander McQueen.

 

Setelah itu, Burton berhasil bergabung di label Alexander McQueen selama setahun. Setelah lulus, Burton bergabung bersama Alexander McQueen pada 1996 dengan status magang.

Tak lama kemudian dia ditunjuk sebagai kepala bagian pakaian perempuan pada tahun 2000 dan menjadi asisten pribadi McQueen sampai kematiannya karena bunuh diri pada Februari 2010.

Direktur dan CEO label Alexander McQueen Jonathan Akeroyd menuturkan bahwa pihaknya sangat senang Burton telah sepakat untuk mengambil peran sebagai direktur kreatif. Setelah bekerja sama dengan McQueen selama lebih dari 14 tahun.

“Burton memiliki pemahaman yang mendalam mengenai visinya, yang akan memungkinkan perusahaan untuk tetap setia pada nilai-nilai inti,” papar Akeroyd. Kendati didukung banyak pihak, Burton telah mengakui bahwa pada awalnya saat dia mengambil alih label Alexander McQueen merupakan sebuah prospek mengintimidasi.

Selama ini Alexander McQueen dikenal dalam keahliannya menjahit, kecenderungannya untuk mempertentangkan kekuatan dengan kerapuhan dalam koleksinya.

Alexander McQueen juga dikenal sebagai seorang desainer dengan kekuatan emosional dan energi mentah menunjukkan provokatif mode. Prestasinya di bidang mode pun tidak sedikit.

Dia berhasil meraih empat penghargaan British Designer of the Year awards (1996, 1997, 2001 dan 2003), serta Council of Fashion Designers of America (CFDA) International Designer of the Year pada 2003.

“Pikiran Alexander McQueen sangat berbeda dengan orang lain. Saya tahu tidak ada cara untuk saya bisa berpura-pura. Tapi saya harus bertanya pada diri sendiri, apa yang dia lakukan untuk semua ini hanya untuk menutup pikiran saya tentang apa yang saya inginkan,” ujar Burton.

Sebelumnya, Burton pun disebut-sebut sebagai calon kuat kepala desainer di rumah mode Christian Dior. Dia menjadi salah satu favorit pengganti John Galliano sebagai direktur kreatif rumah mode tersebut. Namun, tampaknya Burton tetap akan bekerja untuk Alexander McQueen.

Pada September 2011 Burton menampilkan koleksi pakaian perempuan pertamanya di Paris. Koleksinya tetap menampilkan estetika dramatis khas Alexander McQueen, tapi menambahkan sentuhan yang lebih feminin.

“Saya tidak akan menghilangkan ciri khas Alexander McQueen. Akan selalu ada unsur-unsur Alexander McQueen, tapi pada saat yang sama, Anda tidak pernah bisa diam dan Anda harus tetap jujur pada diri sendiri. Itu merupakan amanatnya bagi saya,” ujar Burton.

Koleksi terbaru yang diciptakan Burton adalah koleksi ready to wear Spring/Summer 2019 . Dia menghadirkan gaun dengan detail indah yang terinspirasi dari masa lalu Inggris yang berkesan romantis.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait