Sambai Oen Peugaga, Kuliner Khas Warisan Nenek Moyang di Bulan Ramadhan

  • Whatsapp

Oleh: Hendri

Rencongpost.com, Aceh – Sambai Oen Peugaga atau urap pegagan, kuliner khas Aceh yang selalu hadir dan diburu warga, setiap tiba bulan suci Ramadan.

Kudapan spesial yang terbuat dari berbahan dasar daun pegagan dicampur 44 jenis macam dedaunan dan tumbuhan hutan lainya ini, biasanya  dinikmati setiap berbuka puasa dan sebagai pelengkap makan nasi. Sajian khas Tanah Rencong ini, merupakan warisan nenek moyang, kini sangat jarang dijumpai di Aceh.

Sekarang bila ingin mendapatkan kuliner khas ini, hanya terdapat di Jalan Imam Bonjol, disana di antara puluhan penjual takjil lainya satu-satunya  yang menjual menu berbuka jenis itu yaitu Julina (52).

Kepada Rencongpost.com, Julina mengatakan berjualan Oen Peugaga bersama kakaknya sejak tahun 2000 silam, hanya berjualan pada bulan Ramadhan.

Sebelumnya, sebutnya usaha ini telah dirintis oleh ibunya sejak tahun 1980an dan sekarang dirinya hanya meneruskan.

Dan dari awal mereka membuka usaha itu, lapak dagangannya selalu menjadi primadona masyarakat yang mencari menu berbuka khas tradisional jenis itu.

“Setiap hari ada ratusan bungkus habis terjual dan selalu habis,” sebutnya, Senin (6/5).

Sebutnya Sambai Oen Peugaga  yang ia jual itu dengan hargai Rp10 ribu perbungkus.

Selain rasanya yang unik dan khas Sambai Oen Peugaga digemari masyarakat Aceh karena memiliki khasiat bagi kesehatan, yang ampuh mengatasi berbagai macam penyakit, seperti darah manis atau diabetes, kolesterol, dan masuk angin.
“Banyak yang sukai, karena ada khasiat  bagi kesehatan, apalagi di bulan Ramadhan,” ujarnya.

44 Jenis Daun Berbahan Dasar

Sementara itu, Julina menyebutkan daun-daun yang diracik dalam resep Sambai Oen Peugaga itu, selain berbahan dasar daun pegagan, daun lainnya yang digunakan dalam pembuatannya antara lain, daun jambu, daun mangga,  daun tapak lembar, daun ubi-ubian,  kemangi dan beberapa kelopak bunga seperti bunga kana merah.

“Sekarang ada dedaunan yang tak bisa kita dapatkan lagi, makanya kita kurangi. Palingan  40 daun saja yang masih kita campur,” ujarnya.

Cara Mengolah

Sedangkan untuk mengolah Sambai Oen Peugaga yaitu dengan cara, berawal semua dedaunan dan bahan dicincang dan diiris halus. Setelah itu, dicacah dalam bentuk irisan tipis, daun-daun itu kemudian diuap sekitar lima menit.

Kemudian usai diuap, daun-daun itu diremas hingga keluar cairan dan kemudian ditiriskan. Setelah agak kering, irisan daun-daun itu diaduk dengan bumbu yang telah disiapkan seperti oseng kelapa parut, cabai rawit, dan resep bumbu rempah sebagai penambah gurih.Setelah olahan tercampur rata, Sambai Oen Peugaga pun siap disajikan. (Hen)

Klik disini untuk masuk ke sumber berita

Loading...

Pos terkait