Program BWAP, 4 Runner-Up Miss Indonesia 2019 Bikin Kolaborasi Fashion

  • Whatsapp


JAKARTA, iNews.id – Walaupun perhelatan Miss Indonesia 2019 telah usai dan menemukan pemenangnya, namun nilai-nilai yang ada pada ajang tersebut masih menjadi pegangan bagi para finalisnya. Salah satunya adalah Beauty With A Purpose (BWAP).

Mewujudkan BWAP tersebut, para Runner-Up Miss Indonesia di antaranya Elisa Jonathan (Runner-Up 1 Miss Indonesia 2019), Sharon Sumolang (Runner-Up 2 Miss Indonesia 2019), Tamara Gondo (Runner-Up 3 Miss Indonesia 2019), dan Rosa Nona (Runner-Up Up 4 Miss Indonesia) berkolaborasi meluncurkan koleksi busana fashion bersama Liberty Society.

Bukan koleksi busana biasa, busana-busana dalam koleksi bersama ke-empat Runner-Up Miss Indonesia 2019 ini memiliki tujuan membantu pendidikan perempuan di daerah-daerah Indonesia.

Selain itu, fashion item yang dijual seperti shirt, topi, dan hoodie yang didesain oleh para Runner-Up Miss Indonesia juga memiliki pesan-pesan khusus yang mengajak pemakainya untuk peduli terhadap permasalahan-permasalahan sosial di Indonesia.

“Kita ingin kampanye ini bisa menginspirasi melalui pesan khusus yang ada pada baju ini. Kemudian 30 persen hasil penjualan akan diberikan pada LSM untuk pendidikan perempuan di daerah pascakonflik di Indonesia,” kata Runner-Up 2 Miss Indonesia 2019 Sharon Sumolang saat peluncuran koleksi di Menara by Kibar, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).

Sharon mendesain sebuah kaus yang bertuliskan ‘Si Tou Tumou Tou’, sebuah filosofi Sam Ratulangi di Minahasa yang memiliki arti ‘Manusia memanusiakan Manusia’.

Lebih lanjut, Tamara Gondo selaku Runner-Up 3 Miss Indonesia 2019 dan pendiri label Liberty Society mengatakan, dia ingin menginspirasi anak muda bahwa apa yang dilakukan bisa berdampak pada komunitas.

“My vision is to see more hearts to love and more hands to serve. Ada kekuatan ketika kita bersatu untuk tujuan yang lebih besar,” kata Tamara.

Sementara itu, Runner-Up 1 Miss Indonesia 2019 Elisa Jonathan yang turut mendesain kaus bertuliskan ‘Girls Can’t What’, sebuah pertanyaan retorika yang memberikan pernyataan bahwa perempuan bisa melakukan apa pun yang mereka inginkan.

“Saya tahu dan saya percaya bahwa kita semua punya hak yang sama. So, why we should be shy? ‘Girls Can’t What’ itu lebih ke sebuah pertanyaan retorika yang mengimplikasikan bahwa perempuan itu bisa,” kata Elisa.

Editor : Tuty Ocktaviany



Source link

Pos terkait