PLN Beri Pelatihan kepada Pengrajin Purun, Dukung Pemberdayaan UMKM di Banjarbaru

  • Whatsapp
PLN Beri Pelatihan kepada Pengrajin Purun, Dukung Pemberdayaan UMKM di Banjarbaru
Pln Beri Pelatihan Kepada Pengrajin Purun, dukung Pemberdayaan Umkm Di Banjarbaru

Mantapps.com, BANJARBARU – Selain urusan kelistrikan, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalselteng (PLN UIW Kalselteng) juga terlibat secara aktif dalam mendukung sektor ekonomi Kota Banjarbaru melalui pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Muat Lebih

Pemberdayaan UMKM tersebut dilakukan PLN UIW Kalselteng dengan menyalurkan program CSR PLN Peduli Dukungan Kapasitas Usaha dan Pelatihan Pengrajin Kampung Purun kepada Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru, Rabu (12/6/2019).

Senior Manager SDM dan Umum PLN UIW Kalselteng, Sari Indah Damayanti, menyatakan bahwa melalui program ini, PLN memberikan dua bentuk bantuan yaitu pelatihan dan pembinaan keterampilan pemanfaatan bahan baku purun, serta bantuan pembangunan Rumah Inovasi dan Pelatihan Purun. Pelatihan diberikan kepada 20 peserta dari dua kelompok pengrajin purun di Kampung Purun, Kelurahan Palam, Kota Banjarbaru.

Sari lebih lanjut menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan PLN UIW Kalselteng dalam mengembangkan kerajinan dan pariwisata berbasis kearifan lokal, khususnya di Kota Banjarbaru.

Baca: Aturan Penyertaan Modal ke PT Jamkrida Oleh Pemprov Kalsel Masih Digodok di DPRD Kalsel

“Program ini bertujuan untuk memberikan pembinaan dalam peningkatan daya saing produk anyaman purun, baik dari segi desain maupun kualitas produk. Oleh karena itu kita perlu membekali para pengrajin dengan keterampilan dalam memanfaatkan bahan baku purun agar dapat menghasilkan produk yang bernilai tambah tinggi,” ujar dia.

Sari juga menambahkan bahwa kerajinan purun memiliki potensi yang baik ke depannya untuk dikembangkan. Akan tetapi, variasi motif dan kerapian dari kerajinan ini perlu ditingkatkan lagi agar dapat bersaing dengan produk sejenis yang ada di pasaran. Selain itu, Sari juga menjelaskan bahwa Program CSR PLN ini merupakan salah satu upaya dalam memberdayakan perempuan, mengingat seluruh peserta merupakan ibu-ibu yang tinggal di Kampung Purun.

“Salah satu komitmen kami dalam menyalurkan bantuan CSR PLN Peduli adalah untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Selain menyentuh sektor ekonomi, kami juga ingin program ini menjadi media untuk memberdayakan perempuan. Kami juga berharap program ini dapat menurunkan tingkat kemiskinan dengan mendorong perempuan prasejahtera mendapatkan penghasilan yang lebih baik serta meningkatkan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia,” tambah Sari.

Baca: Baru Terbentuk, ICDN Kalsel Programkan Peningkatan Pendidikan Suku Dayak di Pedalaman

Selain memberikan bantuan berupa pelatihan selama dua bulan, PLN UIW Kalselteng bekerjasama dengan Pemerintah Kota Banjarbaru juga membangun Rumah Inovasi dan Pelatihan Purun yang berada di Kelurahan Palam, Kota Banjarbaru. Rumah Inovasi dan Pelatihan Purun tersebut nantinya akan dijadikan sebagai tempat pelatihan bagi para pengrajin kampung purun. Sehingga kegiatan pengembangan dan pemberdayaan kerajinan kampung purun tidak berhenti sampai pada pelatihan dua bulan saja.

“Kami berharap Rumah Inovasi dan Pelatihan Purun ini dapat digunakan oleh para pengrajin purun di kelurahan Palam untuk melakukan knowledge sharing agar kerajinan yang mereka hasilkan dapat terus berkembang,” ujar Sari.

PLN UIW Kalselteng menyalurkan program CSR PLN kepada perajin purun di Kota Banjarbaru. (HO/Humas PT PLN Kalselteng)

Bantuan CSR PLN UIW Kalselteng ini disambut baik oleh Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru, Muhammad Rustam. Rustam menyampaikan bahwa program CSR Dukungan Kapasitas Usaha dan Pelatihan Pengrajin Kampung Purun yang diberikan oleh PLN sejalan dengan visi Walikota Banjarbaru untuk mengembangkan 3F yaitu Fashion, Food dan Fun. Rustam berpendapat bahwa kerajinan purun dapat berhubungan dengan dua aspek yaitu fashion dan fun.

“Purun dapat memenuhi aspek fashion apabila kerajinan tersebut ditingkatkan baik dari segi inovasi desain, motif dan kemasannya sehingga dapat menjadi produk yang bernilai lebih tinggi. Buat kita yang sehari-hari sudah familiar dengan produk anyaman purun, hal ini menjadi biasa. Tapi di luar negeri, khususnya di Jepang dan di Eropa, bisa jadi produk ini sangat diminati,” ujar Rustam.

Baca: Jumlah Paslon Independen Pilgub Kalsel 2020 Berpengaruh pada Anggaran KPU, Begini Penjelasannya

Rustam menjelaskan bahwa saat ini sudah banyak sekali permintaan produk anyaman purun, khususnya kepada para pengrajin di Kampung Purun kelurahan Palam. Namun saat ini mereka belum bisa memenuhi jumlah yang diinginkan oleh konsumen. Menurut Rustam hal ini sangat disayangkan karena jika hal ini terus terjadi, maka perputaran ekonomi di kalangan pengrajin tidak akan bertumbuh karena pesanan akan dialihkan kepada pengrajin di daerah lain.

“Oleh karena itu bertepatan dengan adanya bantuan CSR dari PLN ini, saya ingin mendorong ibu-ibu semua yang ada di sini untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk berkarya. Kembangkan diri dan ubah persepsinya. Membuat kerajinan purun jangan lagi hanya dianggap sampingan, tetapi ini juga bisa menjadi kegiatan utama untuk mendapat nilai ekonomi bagi keluarga,” ujar Rustam. (banjarmasinpost.co.id/sofyar redhani)



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait