Pameran Kuliner Betawi Tempo Dulu Kembali Dibuka

  • Whatsapp
Pameran Kuliner Betawi Tempo Dulu Kembali Dibuka
Pameran Kuliner Betawi Tempo Dulu Kembali Dibuka

Jakarta, Gatra.com – Kalau Anda adalah penggemar kuliner khas Betawi, segeralah sekarang Anda menuju Setu Babakan. Di sana, sedang digelar Pameran Kuliner Betawi Tempo Doeloe yang dibuka hari ini, Minggu (23/6). Kepala Satuan Pelaksana Pelayanan Informasi dan Edukasi sekaligus Pengelola Kawasan Perkampungan Betawi, Bayu Niti Pratama mengatakan, acara ini merupakan gelaran tahun kedua.

Muat Lebih

Loading...

“Acara ini acara yang kedua kalinya. Tahun lalu kami mengadakan pada November 2018. Tahun ini kami selaraskan pada ulang tahun DKI Jakarta ke-492,” ujar Bayu saat ditemui di lokasi pameran, Setu Babakan, Jakarta Selatan, Minggu (23/6).

Bayu menjelaskan perbedaan acara tahun lalu dengan tahun ini. Jika tahun lalu cakupannya hanya wilayah Jakarta Selatan dengan melibatkan 50 PKK RT yang ada di Kampung Budaya Betawi, tahun ini diangkat menjadi tingkat provinsi, sehingga melibatkan stakeholder tingkat provinsi. “Tahun ini dibuka oleh Ibu Gubernur DKI, Ferry Farhati,” kata Bayu.

Bayu memaparkan, acara yang berlangsung hari ini saja terdiri dari 5 kegiatan, di antaranya pameran kuliner yang diisi oleh Dharma Wanita SKPD Provinsi, lomba masak makanan tradisional seperti kerak telor, pecak gurame, bir pletok, bazar kuliner dari 50 RT, workshop atau demo makanan tradisional seperti dodol, gulali, cincau, pameran foto dan ilustrasi kuliner tempo dulu, serta pentas musik.

Jika ditotal, sedikitnya ada 51 stan bazar kuliner souvenir, 50 stan pameran kuliner dari SKPD, 19 stan workshop atau demo kuliner dan tamu undangan sedikitnya 100 orang.

Soal anggaran kegiatan, Bayu mengatakan pihaknya mendapat kucuran dari APBD. Namun, ia enggan memberi bocoran angkanya. “Ya cukuplah,” katanya sambil tertawa.

Sementara itu, jumlah pengunjung acara ini diakuinya meningkat dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu hanya ada sekitar 5 ribu pengunjung, tahun ini bisa mencapai 10 ribu pengunjung.

“Tapi kita enggak mau bergantung sama itu, harusnya tiap minggu ada dan meningkat. Event ini hanya untuk mengenalkan daerah ini kepada orang-orang. Ketika kenal, mereka jadi loyal visitor,” papar Bayu.

Dari semua kegiatan itu, Bayu berharap kegiatan ini bisa melestarikan budaya Jakarta sekaligus mengangkat potensi ekonomi khususnya pada bazar yang dilakoni ibu-ibu RT tersebut. 


Reporter: Erlina Fury Santika

Editor: Bernadetta Febriana


Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait