NEWS VIDEO : Bubur Banjar, Kuliner Khas Yang Tetap Eksis

  • Whatsapp
NEWS VIDEO : Bubur Banjar, Kuliner Khas Yang Tetap Eksis
News Video : Bubur Banjar, Kuliner Khas Yang Tetap Eksis

Mantapps.com, BANJARMASIN – Mentari pagi baru saja memancarkan sinarnya, delapan varian rasa bubur khas Banjar pun sudah tersaji rapi di etalase milik Susi yang beralamat di Jalan Dharmawangsa, Beruntung Jaya Banjarmasin.

Muat Lebih

Loading...

Sebelum siap dipasarkan, kuliner bubur tersebut melewati proses pembuatan yang cukup panjang, terlebih ada delapan rasa yang dibuat, yakni bubur baayak, bubur rendang, bubur sumsum, bubur kacang hijau, bubur gunting, bubur ketan hitam, dan bubur hintalu karuang.

Rutinitas pagi dimulai pukul 07.00 Wita, Susi bersama karyawannya membuat delapan varian rasa bubur khas Banjar, kurang lebih 2 jam bubur siap dijual.

“Semua bubur memiliki proses pembuatan yang berbeda, bubur baayak misalnya, untuk gulanya harus direbus dulu baru di bikin adonan untuk bubur baayaknya, bahannya dari tepung beras dan tepung gandum. Membutuhkan waktu kurang lebih satu jam,” jelasnya.

Baca: BPOM HSU Dapati Kandungan Rhodamin B Saat Ambil Sampel Bahan Makanan dari Pedagang di Pasar Ini

Baca: Selamat Jalan Daeng, Penjual Koran di Banjarbaru Ini Akhirnya Tutup Usia, Setelah Alami Kecelakaan

Baca: Mimpi Ibas pada Sosok Ibundanya Ani Yudhoyono Hingga Beri Pesan Untuk Putra Kedua SBY

Baca: IHSG Ditutup Terkoreksi 26 Poin, Dampak Penurunan Impor yang Lebih Tinggi Dari Ekspor

Di antara delapan bubur tersebut, diakuinya bubur hintalu karuang paling banyak peminatnya. Selain itu bubur berbentuk bulat ini juga paling rumit proses pembuatannya.

Konsumen yang ingin memesan dalam jumlah banyak, harus memesan H-1 sebelum pembuatan sebab untuk membuat bulatan buburnya membutuhkan waktu yang lama.

Bubur sumsum juga demikian, proses pengadukan santan dan tepung dilakukan kurang lebih satu jam hingga matang, tepungnya 1,5 kg dan santan 2 kg.

Selain berjualan di warung yang buka mulai pukul 09.00-17.00 Wita, Susi juga memasarkan produknya melalui media sosial Facebook dan Instagram. Dalam sehari mampu memproduksi 350 gelas.

Pelanggan di tempatnya didominasi dari instansi Perbankan, instansi transmigrasi, BKKBN, dan Polresta melalui pemesanan secara online, dan pihak Susi mengantarkan ke instansi yang memesan.

Baca: HSS dan Banjarmasin Paling Pertama Masuk Asrama Haji

Baca: NEWSVIDEO : Kendarai Trail, Pegawai Dispersip Kalsel Kunjungi Sekolah di Gang Sempit

Dari hasil penjualan, diungkapkannya omzet mencapai Rp 1 juta lebih.

Dia pun mengharapkan Pemerintah Daerah lebih memperhatikan dan melestarikan kuliner khas banua terutama bubur banjar delapan rasa.

“Saya selaku orang asli banua sangat berharap bubur khas Banjar dapat menjadi menu wajib acara resmi pemerintahan, terlebih saat ada tamu dari luar daerah yang datang sehingga sekaligus memperkenalkan kuliner khas banua,” pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Tim)



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait