Nenek Moyang Sambal Nusantara Ada di Bali

  • Whatsapp
Nenek Moyang Sambal Nusantara Ada di Bali
Nenek Moyang Sambal Nusantara Ada Di Bali

Mantapps.com – Menurut sejarah, pada mulanya masyarakat nusantara tak mengenal sambal yang terbuat dari cabai dari tanaman genus Capsicium seperti yang kita kenal sekarang. Saat itu masyarakat nusantara menggunakan jahe sebagai bahan pemedas.

Muat Lebih

Sejarawan Kuliner, Fadly Rahman menjelaskan, selain jahe, jauh sebelum masyarakat nusantara mengenal cabai, bahan pemedas yang sering digunakan adalah cabai jawa atau cabya, andaliman, dan juga lada. Namun jahe tetap menjadi generasi pertama pemedas yang digunakan masyarakat nusantara.

“Karena dalam prasasti kuno itu yang diteliti oleh para ahli arkeologi mereka menemukan kata sambel. Tapi kata sambel ini bukan dbuat dari bahan seperti yang kita kenal sekarang, tapi menggunakan jahe sebagai pemedasnya. Karena kalau kita sekarang menggunakan jahe begitu sebagai obat herbal atau sebagai obat, atau sebagai bumbu masak, sebenarnya jahe itu punya efek pemedas,” papar Fadly saat dihubungi KompasTravel.

Fadly melanjutkan, meski bahan pemedasnya berbeda, saat itu cara pengolahan sambal mirip dengan sambal yang kita kenal sekarang.

shutterstock Ilustrasi teh jahe

Lalu setelah kemunculan cabai, apakah sambal jahe masih dapat kita jumpai di masa sekarang?

Fadly mengatakan, sambal berbahan utama jahe masih dapat kita temui di berbagai daerah di Indonesia hingga kini. Salah satunya adalah Bali.

“Di beberapa tempat seperti di Bali kalau kita perhatikan kuliner Bali yang tradisional itu mereka masih menggunakan jenis-jenis sambal yang tidak menggunakan Capsicum atau cabai  tapi menggunakan cabe jawa dan juga jahe,” ujar Fadly.

Menurut Fadly hal itu disebabkan karena hingga kini masyarakat Bali masih berpedoman pada budaya kuliner tradisional nusantara yang dapat ditemukan di naskah kuno bernama Dharma Caruban.

“Dalam naskah Dharma Caruban ini disebutkan ada basa (bumbu), sambal dan juga jejaton. Itu istilah-istilah kuliner Bali ya.Tapi ada istilah sambal di sini. Jadi kalau lihat bahan-bahan yang dipakai itu tidak seperti cabai yang kita kenal sekarang. Jadi  itu menunjukkan bahwa kuliner Bali sendiri kuliner dari warisan Jawa kuno yang masih ada hingga sekarang di Bali. Jadi yang sangat konsisten dengan sambal dengan masakan kuno itu kuliner Bali,” paparnya.



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait