Modifikasi Telok Belanga Jadi Angin Segar Industri Fashion Pontianak

  • Whatsapp


Fashion show dengan tema Senja Bersama Paduka sebagai soft launching produk brand Paduka di Hotel Ibis Pontianak. Foto: Hi!Pontianak

Hi!Pontianak – Desainer Senior Kalimantan Barat, Uke Tugimin katakan peluncuran brand Paduka yang berkolaborasi dengan Ndastila dianggap sebagai angin segar bagi perkembangan fashion di Kota Pontianak, Jumat (3/5).

Uke Tugumin saat menghadiri acara peluncuran brand Paduka mengatakan bahwa langkah memodifikasi pakaian adat Telok Belanga menjadi pakaian yang lebih modern dan sesuai dengan kondisi zaman adalah inovasi yang tepat. Menurutnya, sudah saatnya generasi muda turut andil mempromosikan baju khas daerah dengan cara yang lebih kekinian.

Baju Kurung busana khas Melayu dengan gaya millennials dari brand Paduka. Foto: Hi!Pontianak

Dia juga mengatakan bahwa potensi pakaian Telok Belanga Paduka masuk ke dalam Pasar Nasional, Uke mengaku optimis hal itu takkan terlalu sulit jika para desainer konsiten dan terus mempromosikan apa yang sudah dimulai.

“Saya pikir ini angin segar ya bagi produk lokal. Apalagi Ndastila merupakan desainer lokal Pontianak yang sudah tak diragukan. Membawa pakaian khas Pontianak masuk ke sisi yang berbeda tentu inovasi yang baik,” ungkap Uke.

Dia berharap kemunculan Paduka ini bisa menginspirasi desainer-desainer lokal Pontianak untuk muncul dengan berbagai karya. Dia meyakini ada banyak bakat-bakat terpendam di industri fashion Pontianak. “Semoga saja dengan ini banyak yang mau mulai memperkenalkan karyanya. Diakui atau tidak, fashion people di Pontianak baru saja menggeliat. Butuh momen untuk membuat semua berkembang,” kata Uke.

Walanda CEO Ndastila dan Ifan Govinda (desainer) di fashion show Senja Bersama Paduka. Foto: Hi!Pontianak

Selain itu, Ketua Indonesia Fashion Chamber (IFC) Kota Pontianak, Arief mengatakan perlu dukungan banyak pihak agar desainer lokal Pontianak mampu mengembangkan potensinya. Menurutnya, diperlukan sarana dan prasaran pendukung untuk memastikan karya para desainer mendapat tempat dan perhatian dari masyarakat khususnya Kota Pontianak.

“Saya berharap desainer lokal bisa bertahan dan menembus pasar fashion di Pontianak. Sehingga bisa memotivasi desainer lain untuk juga mengeluarkan produk lainnya,” kata Arief. (hp8)



Source link

Pos terkait