Mengenang SAHUR KITA, Pelopor Program Sahur Berbalut Komedi

  • Whatsapp
Eko Patrio dan Ulfa Dwiyanti (dok.tabloidbintang.com)


TABLOIDBINTANG.COM – PADA 1999, SCTV membuat perubahan. Acara sahur yang biasanya didominasi para dai, diganti  pelawak. Eksperimen tim Sahur Kita, nama acara itu, berbuah manis. Masih ingat Sahur Kita? Nyam nyam nyam.

Muat Lebih

Loading...

Sahur Kita yang ber-tagline nyam nyam ini langsung meraih sukses di tayangan perdana. Dua pemandunya, Eko Patrio dan Ulfa Dwi Yanthi, membuat suasana sahur jadi meriah. Acara yang berformat radio variety ini memang unik.

Ada live interactive di dalam studio. Ada obrolan dengan artis dan ulama, salam sahur untuk mencari jodoh, pilihan lagu, pantun, kuis, dll. Sangat berbeda dengan acara sahur sebelumnya.

SCTV memilih Eko dan Ulfa lantaran keduanya sudah lama malang-melintang di dunia radio. Dan, tak lama setelah Sahur Kita mengudara, layar televisi di jam sahur didominasi acara yang mengundang tawa. Ada Sahur Bareng di RCTI, lalu Yuk Sahur Yuk di Trans TV, Salam Sahur di TV 7. Sampai sekarang, setelah lebih dari 10 tahun sejak Sahur Kita tayang, acara yang mengandalkan pelawak tetap jadi jagoan di hampir semua stasiun televisi di jam sahur.

Saat pertama memandu Sahur Kita, Eko Patrio masih bujangan, sementara Ulfa tengah menjanda dan sedang dalam rencana menikah dengan pria Belanda.

“Lewat acara ini, saya juga ingin menunjukkan kepada pasangan, inilah saya. Selama ini ‘kan dia tahunya saya seorang yang berprofesi sebagai entertain yang akrab dengan kehidupan malam dan glamor,”  kata Ulfa saat diwawancara tabloid Bintang.  

“Namanya, awalnya Muhammad aja. Selebihnya, tidak boleh tahu. Bagi saya, siapapun orangnya dan dari negara mana pun, kalau cocok, kenapa tidak. Walau bule, dia sangat care. Yang pasti saya ingin memperbaiki keturunan. Hahaha,” tambah Ulfa lagi tentang calon suaminya yang bule dari Belanda.

Kalau Ulfa tengah dalam rencana menikah lagi, saat itu Eko Patrio masih bujangan. “Sebagai pemandu acara yang juga memandu acara gosip, saya berusaha memberi batas-batas. Sebenarnya lebih mudah memandu acara gosip. Di gosip saya bisa bebas ke mana-mana. Yang pasti, di acara ini (Sahur Kita) saya lebih cerewet,”

Penulis Suyanto Soemohardjo

Editor Tubagus Guritno

loading…

KOMENTAR

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.





Source link

Loading...

Pos terkait