Memetik Sendiri Kurma Muda di Tempat Miqat Bir Ali

  • Whatsapp
Memetik Sendiri Kurma Muda di Tempat Miqat Bir Ali
Memetik Sendiri Kurma Muda Di Tempat Miqat Bir Ali

Jemaah haji asal Indonesia di Madinah sebentar lagi akan diberangkatkan ke Mekkah secara berkala. Di tengah perjalanan, mereka akan ke Masjid Bir Ali untuk mengambil miqat, salah satu syarat wajib haji dan umrah.

Jika ada waktu ekstra di Bir Ali, tidak ada salahnya berkeliling sejenak menyaksikan megahnya masjid ini sembari memetik sendiri kurma muda di pekarangannya.

Muat Lebih

Loading...

kumparan yang tergabung di Media Center Haji (MCH) mengunjungi Bir Ali di kawasan Dzul Hulaifa, sedikit keluar kota Madinah, Jumat (12/7).

Di tempat ini, telah siaga para petugas haji Indonesia pos Bir Ali untuk memastikan proses miqat jemaah berjalan lancar. Di kanan-kiri pos Indonesia sebelah utara Bir Ali terdapat toko-toko yang menjual perlengkapan haji.

Selemparan batu dari pos Indonesia terdapat puluhan pohon kurma berbagai ukuran. Bahkan, pohon-pohon kurma ini tersebar melingkari masjid Bir Ali. Tengok ke pangkal batangnya, jika beruntung kita akan dapati ada kurma-kurma menggelantung.

Ketika kumparan mendatangi Bir Ali, beberapa pohon kurma tengah berbuah. Kurma-kurma itu belum ranum betul, warnanya ada yang hijau, kuning, hingga merah. Tapi kurma muda ini juga terkenal enak, dan konon baik sekali untuk kesuburan janin.

Awalnya kumparan sungkan untuk memetiknya, tapi ternyata kurma itu memang boleh dimakan oleh jemaah, bebas diambil. Akhirnya kami memilih pohon yang tidak terlalu tinggi sehingga kurmanya terjangkau tangan. Jika mengincar kurma di pohon tinggi, silakan saja memanjat.

Setelah mencuci kurma hasil petikan sendiri di tempat minum yang banyak tersedia di Bir Ali, buah kesukaan Nabi itu siap dinikmati.

Sensasi gigitannya mirip apel, garing. Rasa manisnya juga sekilas mirip apel, tidak berlebihan, yang dipadukan dengan sepetnya salak belum matang. Enak juga. Jika kurmanya berwarna merah, maka rasa manis yang mendominasi, jika kehijauan rasanya sepet, jika hampir putih, tidak ada rasanya.

Anda bisa makan kurma sepuasnya sebelum mandi dan memakai ihram. Setelah itu, masuk ke masjid Bir Ali yang megah.

Suhu di dalam kontras dengan panas di luar. Di dalam Bir Ali, suhunya dingin karena AC dan kipas yang menyala terus. Setelah salat sunnah ihram dua rakaat, anda bisa langsung naik bus untuk menuju Mekkah.

Masjid Bir Ali yang indah terletak di perbatasan Madinah, atau paling lama berkendara sekitar 30 menit dari Masjid Nabawi. Tempat ini merupakan miqat zamani untuk mereka yang berumrah atau haji dari Madinah.

Masjid Bir Ali didirikan di dekat pohon sejenis akasia yang dijadikan tempat istirahat Nabi Muhammad, lebih dari 1.500 tahun lalu. Disebut Bir karena ditempat ini banyak terdapat sumur (bir) yang digali oleh sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib.

Di masjid ini, para petugas haji akan memastikan miqat jemaah haji berlangsung lancar. Petugas juga akan memastikan bus yang ditumpangi jemaah benar-benar berhenti di Bir Ali. Karena kalau tidak, ibadah hajinya tidak sah.

‘’Sektor Bir Ali memiliki peran yang sangat strategis karena di sanalah pemantauan terakhir terkait dengan kesiapan jemaah untuk melaksanakan ibadah umrahnya, sebelum ke Mekkah,’’ kata Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait