Membawa Wayang Orang ke Panggung Jerman

  • Whatsapp
Pementasan wayang orang bertajuk Gatotkaca Jadi Raja - Battle For The Throne karya sutradara Mirwan Suwarso, di The Hall Senayan City, Jakarta, Sabtu (4/2). Pergelaran wayang orang ini berkisah tentang ujian yang harus dihadapi superhero Indonesia, Gatot Kaca, sebelum jadi raja. TEMPO/Kink Kusuma Rein
Membawa Wayang Orang Ke Panggung Jerman

Mantapps.com, Jakarta – Untuk mempromosikan Indonesia ke Jerman, pemerintah bakal menggelar Karavan Budaya dan pertunjukan wayang orang di Jerman.

Pertunjukan wayang orang nantinya mengangkat lakon Kresna Duta. Acara tersebut diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Yayasan Paramarta Karya Budaya, serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hamburg.

Muat Lebih

Loading...

“Kami memperkenalkan seni dan kebudayaan, tentu juga mengharapkan warga Jerman datang ke Indonesia. Itu hubungan yang tidak mungkin dipisahkan,” kata Prasti Pomarius, Pendiri Yayasan Paramarta Karya Budaya di Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kamis, 1 Agustus 2019.

Pertunjukan wayang orang lakon Kresna Duta berdurasi 90 menit, akan diselenggarakan di tiga gedung seni pertunjukan berbagai kota di Jerman. Adapun tempat pentas itu di Neue Flora, Hamburg, pada 2 September, Altes Magazin, Hannover, pada 4 September, dan Metropol Theater, Bremen pada 7 September.

Prasti menjelaskan, bahwa pentas wayang orang dominan menggunakan bahasa Jawa. “Kami tidak memakai teks bahasa Jerman di sampingnya panggung dengan harapan penonton fokus ke pentas,” ujarnya. Namun demikian, bahasa Jerman akan tetap digunakan sebagai pengantar sebelum pentas dimulai.

Pertunjukan wayang orang dianggap melengkapi berbagai elemen budaya Indonesia yaitu tarian, musik gamelan, kain, serta nilai filosofis dalam lakon yang dimainkan. Ada 48 orang yang terlibat pentas tersebut dari berbagai paguyuban di Solo dan Jakarta. “Untuk pertunjukan wayang orang itu pengrawit, penari, penata lampu, dekorasi, dan pengatur sound system,” ucap Prasti yang juga Divisi Kebudayaan untuk Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia di Jerman.

Namun, untuk hal pelengkap sebelum pertunjukan wayang orang, ada pula suguhan kopi khas Nusantara untuk pengunjung. “Kami memperkenalkan kopi dan makanan ringan Indonesia sebagai sampingannya (sebelum acara). Pengunjung yang registrasi diberikan secangkir kopi selama mereka menunggu,” tuturnya.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait